1929 Untuk Binar

1929 Untuk Binar

  • WpView
    Reads 4,736
  • WpVote
    Votes 383
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 5, 2025
Binar tidak suka biola. Tapi orang tuanya memaksa untuk memainkannya. Karena suatu kejadian, dirinya terlempar ke tahun 1929. Disana dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Halim Adiwilaga dan juga seorang gadis dewasa anak dari seorang wedana setempat bernama Raden Ajeng Kartikasari yang mirip seperti buyutnya akan tetapi menuduhnya sebagai gerombolan pencuri kain salah satu tetangganya Kenapa Raden Ajeng Kartikasari menuduh binar sebagain gerombolan pencuri kain? Lalu bisakah binar kembali ke masanya? "kamu adalah jantung hatiku, mijn lieve." Hingga kalimat itu selalu menjadi 'hantu' untuk binar
All Rights Reserved
#227
hindiabelanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • YOUR EYES
  • Rania van Batavia [✔️]
  • Jejak Waktu yang Terlupa
  • Time Flow | London in 19
  • Timelessly Yours
  • The Time When We Fell In Love

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines