Muhammad abidzar Al-Ghifari

Muhammad abidzar Al-Ghifari

  • WpView
    LETTURE 1,831
  • WpVote
    Voti 181
  • WpPart
    Parti 17
WpMetadataReadCompleta lun, feb 10, 2025
Menceritakan tentang 2 remaja sekolah yang sama sama memiliki perasaan namun memilih untuk diam. Tanpa mereka ketahui, ternyata ibu dan ayah mereka sama sama bersahabat bahkan abidzar dan juga Nesha teman masa kecil, namun salah satu dari mereka harus pindah dan tidak pernah bertemu lagi, akhirnya belasan tahun tanpa bertemu sekarang baru bertemu lagi dengan umur yang sama sama menginjak dewasa "Hah????kenapa harus pindah yahhh,biasanya kalo ada apa apa pasti di urus sama bawahan ayah,kok sekarang harus pindah si,terus perusahaan disini gimana?"ujar Nesha dengan wajah cemberut "Eh maaff kaa, saya ga sengaja"ujar Nesha seraya mengambil kertas yang berserakan dihadapan nyaa. "Lo siswi baru?" Tanya abidzar "Nama gue Abidzar, terserah lo mau manggil gue apa, asalkan jangan kaa"ujar abidzar memperkenalkan diri.
Tutti i diritti riservati
#40
alvarendra
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • With You
  • Mama Kecil Untuk Shaka (END)
  • BRISHA : Pujaan Hati yang Hilang         [SUDAH TERBIT]
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • Highschool Love
  • Terpincut Brondong Tampan (Delchik) THE END✅
  • My Protective Sister (DelChik) (END)

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti