10 PM

10 PM

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 3, 2025
"Kenapa harus?" "Karena saya mau" "Tapi aku enggak mau" "Kenapa nolak?" "Ya karena aku nggak mau!" "Pelankan suaramu Aldara ingat kamu sedang berbicara dengan siapa sekarang" "Sudah ku bilang kam---" "Kamu nggak berhak menolak, tugasmu hanya menurut dan ikuti perintah saya! Yang menentukan itu saya bukan kamu ingat itu!" Pemaksa, egois dan keras kepala adalah sifa utama yang melekat di Laki-laki bernama Langit Sanjaya ini. Tak pernah sedikitpun Aldara diberikan kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. Tugasnya hanyalah menuruti perintah, tak boleh melawan apalagi membantah. Aldara sudah muak tapi dia tak bisa pergi. Laki-laki itu memegang kuasa sepenuhnya dan Aldara tidak bisa melawan. "Dasar laki-laki egois!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI GEN -Z
  • Without Love?
  • KALINDRA
  • HOT CEO Posesif Husband
  •  ꔋh⍺t 𝘚𝘰𝗆ᥱ𝘰ᥒᥱᥫ᭡ (𐒨𝘰𝗆рᥣᥱtᥱ𝖽)✓
  • "Algantara Delano Arlaska"
  •    DI BAWAH HUKUM TERRA NOCTIS  [LENGKAP)*******(END)
  • Prince Untuk Alea
  • F dan Z  ( and )
  • Sense

"Istri Gen Z" bercerita tentang perjodohan antara Drazel Atharazka Mahardika, pria dewasa berusia 25 tahun yang sukses, dingin, dan penuh gengsi, dengan Naylea Adzra Fatharani, seorang siswi SMA kelas 3 yang ceria, manja, dan masih menikmati masa mudanya. Drazel sudah terbiasa hidup di bawah tekanan sebagai pewaris bisnis keluarga. Dia serius, perfeksionis, dan tidak punya waktu untuk hal-hal yang dianggapnya kekanak-kanakan. Sementara itu, Naylea adalah cewek Gen Z yang lincah, ekspresif, dan nggak bisa diam. Ketika orang tua mereka mengatur perjodohan ini, dunia Drazel yang selama ini tertata rapi mendadak berubah. Naylea yang masih polos dan suka bercanda harus menghadapi pria yang dingin dan susah didekati. Sementara Drazel harus belajar menghadapi istri yang banyak tingkah, sering protes, dan hobi bikin dia kesel. Apakah perbedaan mereka akan jadi masalah, atau justru lambat laun mendekatkan mereka? --- (Saat pertama kali bertemu setelah perjodohan diumumkan.) Naylea: "Eh, serius nih? Aku dijodohin sama om-om?" Drazel: "Om-om?" (Mata melotot, tangan mengepal, urat kesabaran mulai menipis.) Naylea: (Nyengir iseng) "Eh iya sih, nggak tua banget... tapi tetap aja, 25 tahun itu beda jauh sama aku yang masih 18!" Drazel: (Menghela napas panjang) "Dengerin, aku nggak ada waktu buat drama. Kita jalani ini seperti yang diinginkan orang tua kita, dan tolong jangan banyak tingkah." Naylea: (Menyilangkan tangan, bibir manyun) "Ih, kok galak banget, sih? Gimana mau jadi suami idaman kalau juteknya kayak gini?" Drazel: (Mendelik tajam) "Aku nggak butuh jadi suami idaman. Aku cuma butuh kamu nggak bikin masalah." Naylea: (Nyengir lagi, jahil) "Tenang aja, aku bakal bikin hidup kamu seru!" ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines