Langit Senja Tanpa Janji

Langit Senja Tanpa Janji

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 4, 2024
"Kita selalu bertemu di bawah langit senja, tapi entah kapan akan ada janji yang pasti." Aruna Shaquille, seorang gadis sederhana yang gemar menatap senja, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah sejak pertemuannya dengan Kaivan, lelaki penuh misteri yang datang dan pergi sesuka hati. Setiap pertemuan mereka dipenuhi cerita dan tawa, tetapi selalu diakhiri dengan perpisahan tanpa kepastian. Di tengah keraguan yang terus menghantuinya, muncul Rendra, pria yang menawarkan cinta yang nyata dan tulus. Aruna dihadapkan pada pilihan sulit: tetap berharap pada Kaivan yang tak pernah berjanji atau membuka hati untuk Revan yang menjanjikan kebahagiaan. Apakah Aruna akan terus menunggu di bawah langit senja yang sama, atau akhirnya memilih melangkah ke arah yang berbeda?
All Rights Reserved
#142
ceritasenja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Aku,kamu dan Harapan yang tertinggal
  • Stranger | Orine
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Waiting Without A Promise
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • 100 days with you [Tamat]
  • Langit Senja (End)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines