Forecast

Forecast

  • WpView
    Reads 2,070
  • WpVote
    Votes 232
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 8, 2025
-Bagaimana jika Harry kalah saat pertempuran akhir melawan Voldemort? ... Amelia Brighton. Seorang penyihir berdarah campuran. Gadis cantik dengan rambut pirang pudar. Hampir menyerempet ke putih. Kedatangannya ke Hogwarts membuatnya membuka suatu fakta mengenai dirinya! Mengenai takdir yang salah. Takdir yang membuatnya Berani menjalin kontrak dengan Mahluk Agung yang tak tersentuh oleh garis waktu. Perjanjiannya untuk mengubah sejarah. Ini adalah kisahnya, bagaimana Amelia berusaha memperbaiki kesalahan Takdir yang terjadi dengan bayaran yang sangat mahal. ! Alur ngikut novel bukan film.
All Rights Reserved
#44
weasley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Labyrinth Of Unbreakable Vow
  • #1 The Mission : Mission Begins |
  • THE LAST SPELL [TOM RIDDLE]
  • My New Life - reader x hogwarts boys [ END ]
  • The Danger of Pretending to be Someone Else by Lady Miya [ToMione]
  • 𝐒𝐢𝐧𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐲 [Draco Malfoy x Y/N Fanfiction]
  • Bewitched (End)
  • RIVALRY [Draco Malfoy x Reader]
  • Verlyndie [Draco Malfoy FanFiction] ✅
  • Senyum Muggle Yang Mengguncang Malfoy[ X Draco Malfoy]

Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines