Invy Fenalta

Invy Fenalta

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 6, 2024
Kadang aku merasa sangat bodoh, menulis kata-kata ini di buku kecil milikku yang seharusnya hanya berisi hal-hal penting, namun aku tak mampu menahan diri untuk tidak menuliskan perasaanku. Sejak pertama kali bertemu dengannya, rasanya seperti ada sesuatu yang menyentuh jiwaku dengan cara yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ada sesuatu dalam sikapnya yang memikatku, keteguhan dan ketenangan yang seolah membawa kedamaian dalam dunia yang selalu penuh intrik dan perhitungan. Dia seorang kesatria, pelindung kerajaan ini, seorang pria yang selalu tampak tenang dan terkendali, bahkan ketika dalam pertempuran. Aku, seorang putri yang hidup terbungkus oleh kemewahan dan aturan, melihatnya seperti seorang bintang yang jauh di langit dan sangat indah, tetapi tak terjangkau. Namun, aku tahu dia tidak melihatku. Bukan sebagai wanita, bukan sebagai seseorang yang pantas mendapat perhatian khusus darinya. Aku hanya seorang putri yang mungkin dipandangnya sebagai bagian dari dunia yang penuh dengan aturan-aturan yang membelenggu. Seringkali aku memperhatikannya dari kejauhan, ketika dia tidak sadar. Ketika dia berbicara kepada ayahku, atau ketika dia mengarahkan pasukan, wajahnya yang serius hanya membuatku ingin lebih dekat, ingin mengetahui lebih banyak tentang sosoknya yang misterius itu. Terkadang aku mencoba untuk mendekat, berbicara kepadanya dalam situasi yang tak resmi, hanya untuk melihat reaksinya. Tapi dia selalu menjaga jarak, seolah tak ingin terlibat lebih jauh. Aku tahu, dia hanya seorang kesatria, pembatas antara kita terlalu tebal untuk dilanggar. Aku bertanya-tanya, apakah dia akan pernah melihatku lebih dari sekadar putri yang harus dijaga dan dipuja dari jauh. Aku ingin sekali dia tahu bahwa di balik segala keanggunan dan kedudukan ini, ada seorang wanita yang memiliki hati yang sepenuhnya miliknya, meski dia tidak pernah meminta. Aku takkan pernah berhenti berharap, meski aku tahu harapanku mungkin hanyalah khayalan
All Rights Reserved
#960
bangsawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grand Duke Obsession (END)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • Perfect Antagonist (on going)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back

Opelia Veronica Elizabeth hanyalah sosok figuran di sebuah novel drak romance, dan Gendhis tahu itu. Sebagai pembaca yang berfokus dengan dua tokoh utama, Gendhis bersikap tidak peduli dengan sosok figuran itu. Namun, entah keajaiban atau sebuah mimpi panjang. Gendhis terbangun menjadi sosok figuran yang hanya tertulis pada baris pertama ending. "Semua orang berbahagia atas pernikahan Grand Duke dan Putri Baron itu." Iya benar!! Hanya itu, dan dia termasuk ke dalam bagian 'Semua Orang.' Tetapi, ketika Gendhis mulai menyukai tempat asing ini. Dia menemukan satu fakta, jika sebenarnya dia adalah Opelia Veronica Elizabeth Silas--anak dari seorang Viscount. Dan lebih mengejutkan lagi, dia juga adalah mantan tunangan Grand Duke, tapi entah kenapa pertunangan mereka dibatalkan. Tapi satu hal yang masih menjadi teka-teki bagi Gendhis. Kenapa bisa Opelia yang hanya seorang figuran, bisa bertunangan dengan pria yang merupakan tokoh utama di dalam novel? Akankah Gendhis merubah takdirnya atau malah terjerat benang takdir dengan laki-laki penuh obsesi itu, Grand Duke Kaiser Rowan Dimitri Publish : 11 Mei 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines