(Katanya) Kami Baik-Baik Saja

(Katanya) Kami Baik-Baik Saja

  • WpView
    Membaca 777
  • WpVote
    Vote 121
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 23, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
Di mata orang lain, mereka hanya lima anak laki-laki dengan hidup yang tampak berjalan normal-bahkan sempurna. Tawa selalu ada, prestasi terus diraih, dan mimpi seolah berada dalam genggaman. Setidaknya, begitulah yang terlihat dari luar. Jasendra selalu menjadi alasan suasana terasa ringan, meski tak seorang pun tahu luka apa yang ia sembunyikan di balik senyumnya. Martana mencintai musik lebih dari apa pun, namun harus memilih antara suara hatinya dan kehendak orang tuanya. Juhana hidup di bawah sorot kamera, dituntut sempurna tanpa cela, tanpa ruang untuk gagal. Sagara perlahan mengubur mimpinya menjadi pemain sepak bola, belajar menerima kenyataan yang tak pernah ia minta. Sementara Kenara berenang mengejar piala pertamanya, memikul harapan yang terlalu besar untuk usia semuda itu. Mereka belajar tertawa di waktu yang salah, diam saat ingin berteriak, dan berkata "kami baik-baik saja" ketika kenyataannya tidak demikian. Di antara persahabatan, tekanan, dan mimpi yang dipatahkan, kelimanya harus menghadapi satu pertanyaan yang sama: sampai kapan seseorang bisa berpura-pura kuat sebelum benar-benar runtuh? #CortisAU
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#745
teenfiction
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rumah itu seperti apa?
  • RUMAH SEMESTA
  • Zerous
  • Rumah Kecil Kita Yang Berisik [CORTIS Series]
  • TAPESTRY (PERMADANI)
  • KELUARGA CHAOS !? | cortis
  • ineffable
  • Lima Bintang di Langit yang Sama
  • satu atap, lima luka
  • Don't Cry Kanya

Mau itu Jeffano si anak sulung, Joel si anak kedua, Miguel si anak tengah dan Rashel juga Rael yang anak bungsu sekalipun, mereka tetaplah anak-anak yang menjadi korban dari keegoisan para orang dewasa.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan