Tangannya boleh menempel di ujung hidung Naura, tapi aku bisa membaca jelas bagaimana hati Agam sudah jatuh jauh dalam genggaman gadis itu. Dan Ya Tuhan... aku tak pernah tahu kalau ternyata hatiku tuh sekokoh tembok Cina untuk bisa menelan bulat-bulat rasa cemburu sehebat itu.
Percaya deh, hujan deras di sabtu November tahun 2020 saat itu adalah air mataku yang diwakilkan oleh semesta.
Karena meski dari luar aku mungkin terlihat baik-baik saja dan ikut menimpali candaan yang lain. Tapi di dalam kepalaku, wah, sedang ada gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang, tanah terbelah, tsunami, dan hantaman meteor yang memisahkan dua kawula muda yang sedang jatuh cinta di hadapanku kala itu.
Kubilang ya, jatuh cintaku ini agenda brutal.
Dan izinkan aku berbagi caraku memenangkan hati seorang Shanagam Haris.
All Rights Reserved