Payung Untuk Berteduh | END

Payung Untuk Berteduh | END

  • WpView
    Reads 7,631
  • WpVote
    Votes 4,840
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Renjana Binar Shandya, sebuah nama yang memiliki makna indah, namun kehidupan tak seindah namanya. Terlahir di tengah kemewahan yang menipu mata, Shandya hidup dalam bayang-bayang kakaknya dan dinginnya kasih sayang kedua orang tua yang tak pernah ia rasakan. Hujan adalah tempatnya berteduh, tempat di mana air mata bercampur dengan rintik-rintik dari sang samudra raya. Sementara bias jingga adalah tempatnya untuk pulang-Shankara Sebasta Dharta, sahabat yang telah menjadi payungnya. Di balik jauhnya kasih sayang orang tuanya, ada sebuah rahasia yang mampu mengungkap siapa dirinya. Ini adalah kisah tentang luka yang tak tersingkap mata, cinta yang hadir tanpa syarat, dan perjuangan untuk menekan hadapan di tengah temaramnya kehidupan. Karena pada akhirnya, di balik awan yang menurunkan rintiknya, akan selalu ada senja yang menenangkan. _____ This is the first story I published on Wattpad. Don't copy-paste my story. Cerita ini hasil pemikiran dan kreativitas sendiri. Jika ada kesamaan dalam nama tokoh, alur, adegan, tempat, atau apapun, itu hanyalah ketidaksengajaan semata. Start: 16 Desember 2024. Finish: 5 Juni 2025. Cover by canva.
All Rights Reserved
#33
shankara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • 00.00
  • I'm Just Hurt
  • Love In The Dark √
  • Cinta atau Drama? [COMPLETED]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Aspettare
  • JIWATRISNA (Complete)
  • Valcano
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines