bayangan trauma

bayangan trauma

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 5, 2024
WpInfo
Non-fiksi
Dalam bayang-bayang masa lalu yang kelam, Alia hidup dikejar rasa bersalah dan trauma yang terus menghantuinya. Sebuah tragedi yang tak termaafkan merenggut kebahagiaan masa mudanya, meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh. Ketika ia memutuskan untuk pindah ke sebuah kota kecil demi memulai hidup baru, Alia justru menemukan dirinya terjebak di antara mimpi buruk masa lalu dan kenyataan yang mengancam. Suara-suara misterius, kilatan ingatan yang tak pernah ia undang, serta sosok-sosok asing yang seolah mengetahui rahasianya mulai muncul. Satu per satu, potongan teka-teki masa lalu yang terkubur mulai terungkap. Akankah Alia mampu menghadapi bayangannya sendiri? Ataukah ia akan tenggelam lebih dalam dalam kegelapan traumanya? Bayangan Trauma adalah kisah yang mengaduk emosi, menelusuri batas tipis antara kebenaran dan delusi, serta kekuatan seorang individu untuk berdamai dengan dirinya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
umun
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nathalea
  • Malik : Bayangan yang memudar (ON GOING)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Bayang-Bayang di Balik Langit
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Benalu [Terbit]
  • Kaca yang retak
  • Surat MISTERIUS ✔️
  • Bayangan yang tidak pernah pergi
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan