Light Of Serenite

Light Of Serenite

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2024
Di sebuah negeri yang dihiasi dengan keindahan alam dan kekayaan budaya, Serenite berdiri megah sebagai simbol kedamaian dan kemakmuran. Namun, di balik megahnya tembok-tembok istana, tersembunyi cerita tentang kekuasaan yang direnggut, ambisi yang membutakan, dan hati-hati yang terluka. Ratu Valerie, kecantikannya yang penuh tipu daya, pernah memerintah Serenite dengan tangan besi, mencengkeram rakyatnya dalam penderitaan. Namun, dari reruntuhan kerajaan yang hampir runtuh, seorang pemuda bangkit dengan keberanian yang lahir dari kesakitan-Javiete, seorang putra mahkota yang sejak kecil tinggal di pengasingan dan tak pernah menginjak tanah kampung halamannya. "Cahaya Serenite tidak boleh padam," itulah pesan terakhir sang raja sebelum kerajaan ini terjebak dalam konflik yang tak berkesudahan. Dengan hati yang diliputi cinta untuk rakyatnya dan dendam kepada mereka yang merampas kedamaian Serenite, Javiete bersumpah untuk mengembalikan kejayaan negerinya, meski harus mengorbankan segalanya. Tetapi perang tidak hanya meninggalkan luka di medan pertempuran. Setiap langkah yang diambil Javiete membawa kehilangan dan penderitaan yang tak terelakkan. Dalam kegelapan itu, ia menemukan cahaya kecil-Natria, seorang wanita yang kehadirannya menjadi penopang di tengah kekacauan, membawa harapan baru di saat harapan hampir padam. Bersama Natria, Javiete menemukan kekuatan untuk melawan musuhnya, dan juga menemukan keberanian untuk membuka hatinya kepada cinta yang sejati. Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang berjuang demi keadilan. Dari pertempuran yang mengerikan hingga konspirasi istana yang mematikan, Javiete dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit: apakah ia akan melindungi rakyatnya dengan mengorbankan orang-orang yang ia cintai? Atau akankah ia menyerah kepada keputusasaan yang mengintainya di setiap langkah? Di tengah semua itu, sebuah pertanyaan terus menggema: Apakah cahaya Serenite cukup kuat untuk bertahan di tengah kegelapan yang menghantui?
All Rights Reserved
#104
putramahkota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setelah Kelahiran Kembali, Putri Sulung Yang Sebenarnya Mulai Menyeduh Teh Hijau
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Ashe - Jejak Di Tanah Yang Terluka
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Seraphine Lysora
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • That Lady, With All Her Secrets
  • Gandakusuma

Update setiap hari❗️ Li Zhizhi dibawa kembali ke ibu kota pada usia lima belas tahun untuk mengenali akar leluhurnya. Sebagai putri tertua sejati dari keluarga Li, dia seharusnya dihargai. Namun, semua orang lebih menyukai Li Suwan, yang berpengetahuan, sopan, dan pintar. Adapun Li Zhizhi, dia dibesarkan di desa terpencil dan miskin, tidak tahu cara-cara dunia, dan namanya bahkan membawa rasa jijik. Suatu malam, Li Zhizhi bermimpi di mana dia kembali ke keluarga Li di kehidupan sebelumnya dan mati-matian bersaing dengan Li Suwan untuk mendapatkan bantuan. Dia belajar dengan rajin, unggul dalam sastra, musik, lukisan, dan etiket, melampaui Li Suwan dalam setiap aspek. Tetapi pada hari itu, sementara semua orang menghibur Li Suwan, Li Zhizhi masih menjadi orang yang dibenci. Ketika dia bangun, Li Zhizhi pergi menemui ayahnya, matanya merah, dan berkata, "Ayah, tolong kirim aku kembali ke pedesaan. Begitu saya kembali ke mansion, kesehatan kakak saya memburuk. Itu pasti karena saya memiliki nasib buruk yang telah menyakitinya." Ayah Li Zhizhi terkejut dan berkata, "Mengapa kamu mengatakan hal-hal seperti itu? Suwan hanya sakit. Dia akan pulih setelah menemui dokter." Benar saja, beberapa hari kemudian, penyakit Li Suwan membaik. Dia menyaksikan Li Zhizhi berpura-pura patuh dan polos, berpegang teguh pada paham berbagai tokoh berpengaruh, makmur di ibu kota. Permaisuri memperlakukannya sebagai putri angkat, wanita bangsawan memperlakukannya sebagai saudara perempuan, selir yang disukai di istana menganggapnya sebagai teman dekat, dan dia bahkan menerima gelar putri daerah. Pria yang tak terhitung jumlahnya yang tertarik padanya tidak dapat dihitung hanya dengan satu tangan Xiao Yan menunggu dan menunggu, tetapi Li Zhizhi tidak pernah mencari dukungannya. Tidak tahan lagi, dia akhirnya bertanya padanya, "Apakah kamu ingin menjadi Putri Mahkota?" Li Zhizhi tidak mau.

More details
WpActionLinkContent Guidelines