Aku, Kamu, & Banda Neira

Aku, Kamu, & Banda Neira

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2024
"Jangan Mati, Sebelum Ke Banda Neira" -Sutan Syahrir- Nara, seorang fotografer, datang ke Banda Neira untuk menangkap momen indah disana. Di sana, dia bertemu dengan Bima, seorang pemuda lokal yang mencintai tradisi dan alam pulau yang juga sekaligus menjadi pemandu wisata. Keduanya saling jatuh cinta, tapi Nara memiliki komitmen untuk kembali ke Lombok karena kariernya dan paksaan orang tua. Mereka mencoba mempertahankan hubungan jarak jauh, tetapi perbedaan visi hidup dan jarak menjadi tembok besar. Pada akhirnya, mereka memilih untuk berpisah, menyadari bahwa cinta tidak selalu cukup untuk menyatukan dua dunia yang berbeda. Banda Neira tetap menjadi saksi cinta mereka yang singkat namun mendalam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Memory of You
  • Perjalanan Patah Hati
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Bintang Dan Badai
  • Lukisan Tanpa Warna✔️
  • Kala Hujan di Antara Kita

Mungkin sudah banyak kenangan masa kecil yang dilupakan Jenna, termasuk kemana saja Ayay dan Bibu-nya mengajak berlibur dulu. Namun, Jenna selalu ingat kalau kemanapun mereka pergi, Ayay dan Bibu-nya selalu menjadi manusia terfavorit Jenna karena tidak pernah gagal dalam merencanakan liburan. Rasa bahagia itu membuatnya selalu percaya pada apapun keputusan mereka berdua. Kecuali saat Bibu-nya memutuskan mengajak Aska dalam liburan panjangnya bersama saudara dan sahabatnya. Meskipun tidak ingat kenapa, sejak kecil Jenna tidak pernah nyaman berada di dekat kakak dari sahabatnya ini. Sedang Aska, tidak paham kenapa Jenna yang terkenal sebagai gadis yang manis karena keramahannya, begitu menghindarinya. Membuat wajah datar yang hanya hadir saat menatapnya, selalu membayangi benaknya. Dan dia tidak mampu lagi menahan diri, jika harus menemukan wajah itu setiap hari selama tujuh hari mereka liburan bersama. Yang mereka tidak sangka, pada akhirnya mereka akan membuat banyak kenangan baru bersama. Kenangan yang tidak akan pernah mereka lupa sampai akhir usia mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines