hidup lebih lama lagi

hidup lebih lama lagi

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2025
Memceritakan tentang seorang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tuannya iang selalu berusaha menari perhatian keluarganya itu sendiri . apapun usaha yang dia lakukan selalu salah di mata keluarganya sendiri. tak ada satupun yang peduli dengan dia seakan akan dia adalah hama di keluarganya. tidak ada yang peduli ketika dia menangis sendirian di kamarnya atau berusaha keras mendapatkan perhatian mereka ☁️☁️☁️☁️☁️☁️ hai kenalin nama aku viona alisia saquer sering di panggil vio , aku anak terakhir dari 3 bersaudarah . aku memilikin 1 kakak laki2 dan 1 kakak perempuan , kalau kalian pikir enak yh jadi anak terakhir pesti di sayang , namun pemikiran kalian salah akankah vio tetap berjuang mendapatkan cinta dan kasi sayang dari mereka ? atau justru memilih jalan hidupnya sendiri?
All Rights Reserved
#110
angsat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi - Axelio Welwitschia N.(End-Revisi)
  • This Is Not My House
  • A R V I O
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • ZELIFAN By rotibakar25
  • Just Step Sister
  • Ternyata aku anak kandung [Terbit]
  • Arkanza (End)
  • Alisa's Story

"Axelindra dan Axelio (dua jiwa, dua takdir, satu tubuh)" Axelindra adalah pemuda dingin dan penuh jarak. Hidupnya dikelilingi oleh keheningan dan ironi yang perlahan mengikis hatinya. Dunia seolah tak pernah benar-benar memberinya tempat, kecuali pelukan hangat kakek dan nenek angkat serta bang Vino-nya yang menjadi satu-satunya definisi keluarga baginya. Sementara itu, Axelio Welwitschia N. Pemuda berhati lembut dan penuh senyum. Ia memiliki keluarga lengkap, tapi tak pernah benar-benar dimiliki oleh mereka. Tak ada pelukan, tak ada pengakuan, hanya bayang-bayang ekspektasi, kebencian dan penolakan. Meski begitu, Axelio tak pernah membenci. Ia terus berjuang untuk diterima, hingga ajal memaksanya menyerah sebelum sempat meraih harapan itu. Lalu, di persimpangan takdir, Axelindra terbangun dalam tubuh Axelio. Kini, ia harus menghadapi keluarga yang menyakitkan dan menjalani kehidupan yang tak pernah ia pilih. Tapi di balik semua itu, mungkin inilah kesempatan terakhir untuk menemukan arti cinta, penerimaan, dan keluarga yang selama ini hanya jadi mimpi baginya. P.E.N.T.I.N.G Ini cerita murni dari hasil pikiran penulis dan tidak berniat untuk di terbitkan atau apalah itu. Ini hanya untuk koleksi penulis pribadi, jadi penulis juga nggak butuh koreksi atau hujatan dll. Meski niat kalian baik penulis apresiasi tapi sekali lagi penulis tegaskan nggak butuh. Kalau mau baca ya silahkan, tapi jangan berisik. Kalau kalian nggak nyaman silahkan tinggalkan. OK!! Copy? Silahkan tapi......👊👊

More details
WpActionLinkContent Guidelines