Senja Kali Ini

Senja Kali Ini

  • WpView
    LECTURAS 116
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 2, 2015
Senja kali ini benar- benar menakjubkan dengan di kelilingi langit keemasan dan deburan ombak pantai Parangtritis. aku menatap pasang surutnya ombak dengan binar mata yang aku pun tak tahu seperti apa.. tapi tatkala mata ini beradu dengan lembayung senja dan telingan ini mendengar musik khas dari gulungan ombak ah sangat menenagkan.. aku terdiam begitu lama, meresapi tiap tarikan napas ku.. rasa lelah yaang mendera pun terasa terobati. "Hai!" sapa sebauah suara asing. Aku berbalik dan menemukan seorang pria yang aduuh membuat kaki lemas tak terkira dan membuat tangan ku mengepal menguatkan. Aku menatapnya bingung dan dia dengan senyum manisnya yang benar- benar manis seperti gula jawa, bisa- bisa aku kena diabetes habis ini. pikiran alay ku pun berkelana. "Maaf membuat kamu bingung gitu, em aku cuma pengen kenalan. Bagas." ucapannya seakan lebah yang berdengung dan aduh aku gak bisa membayangkan ekspresi apa yang ada di wajahku. aku pun berusaha memberikannya senyum kaku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Seindah Senja
  • Mantan Terindah
  • Misi Kalisa (End)
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • beach and you
  • DikaRanggi
  • Red [Cerita Pendek]
  • MORALLESS
  • Kamu

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido