Nederlanse Bloemen; Perseteruan

Nederlanse Bloemen; Perseteruan

  • WpView
    Reads 10,040
  • WpVote
    Votes 1,047
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 1, 2026
"Aku ora sudi memanggilmu secara hormat dengan panggilan meneer. Sampeyan cocok dipanggil miskin, semiskin apa negaramu sampai harus menjajah negeri ku?" "Diam pemberontak! Kau hanya mengacau di sini, seharusnya pribumi kampungan dan dekil seperti mu mati saja." "Aku berhak memberontak di atas tanah kelahiranku yang sedang kau porak-porandakan, sedangkan kaulah yang mengacau di negeri orang, wahai tuan penjajah!" "Tepat! Dan pribumi bodoh sepertimu bahkan tak bisa menyingkirkan ku dari tanah kelahiranmu ini." Dan ucapan menyedihkan dari si pemuda Netherland itu menyulut kebencian Anton terhadap orang asing yang seenaknya menjajah tanah air nya, terutama membenci pemuda sombong bermarga Van Wijk yang selalu mengusik hidupnya. [ woohwan - berlatar belakang masa kolonialisme Belanda ]
All Rights Reserved
#166
woohwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradigma
  • 🇮🇩ꦿwolf In Sheep's Clothing?࿐ [Countryhuman]
  • Let Me Love You [TERBIT]
  • Gundik
  • Cinta Nyai Ragajampi (READY) Diterbitkan oleh LovRinz Publishing
  • [END]Time
  • SURYA DAN PARA TUAN MUDA (BXB HAREM)
  • Ling Lung: FROM THE HEROES IS 伊姆 YIM:
Paradigma

Riette von Lindmann mendapat surat pindah tugas ke Malang. Baginya sangat tidak masalah karena di mana pun berada tempat itu pasti berada dalam kendalinya. Sampai suatu saat Riette menangani kasus pribumi yang sayangnya membuat Riette terjerat pada sikap impulsif dan menginginkan gadis itu seutuhnya. "Namamu Siti?" "Udah gue bilang nama gue Kaluna, bukan Siti!" *** Kaluna Nareswari, seorang mahasiswi yang berniat menghabiskan liburan semester di kampung halaman tiba-tiba mengalami kejadian spektakuler. Kereta api yang ditumpangi membawanya pergi ke Malang, tapi bukan di tahun 2025 melainkan tahun 1936. Sadar jika dirinya terlempar di masa kolonialisme, Kaluna mulai bertahan hidup dan berusaha memperkaya dirinya sendiri. Sayangnya, sifat serakah itu membuahkan hasil yang buruk pula. Kaluna harus berurusan dengan seorang Mayor yang tampan dan gagah, sehingga memancing sifat serakah timbul dari yang seperlunya. Jika biasanya para orang tua melempar anak gadis menjadi nyai demi sekantong gulden, tapi itu tidak berlaku bagi Kaluna. Tidak perlu dilempar karena Kaluna telah terjatuh dalam pesona pria Belanda. Dapatkah ia mewujudkan keinginannya menjadi seorang nyai di tengah gempuran masyarakat yang mengutuk setiap wanita pemuja pria Belanda? *** © solche/vanji

More details
WpActionLinkContent Guidelines