Rumus Cinta Antara Kita

Rumus Cinta Antara Kita

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2024
"Kamu tahu, cinta itu kayak fisika kuantum," kata Aksa. "Apa maksudmu?" Dina mengerutkan kening. "Dalam fisika kuantum, ada konsep tentang ketidakpastian. Bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu di mana partikel berada pada satu waktu tertentu. Kita hanya bisa memprediksi. Aku pikir hidup kita juga seperti itu. Kita mungkin punya rencana, tujuan, tapi selalu ada elemen ketidakpastian. Dan di sanalah, menurutku, letak keindahannya." . . . Dina adalah siswi SMA yang memiliki otak jenius dengan bakat luar biasa dalam bidang matematika, fisika, dan kimia. Baginya, angka dan rumus adalah dunia yang penuh kepastian, jauh dari kerumitan perasaan manusia. Baginya juga, matematika adalah harmoni, fisika adalah keindahan, dan kimia adalah jembatan antara logika dan keajaiban. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium atau ruang belajar, bercita-cita masuk ke universitas terbaik impiannya dan menjadi ilmuwan. Namun kehidupannya yang teratur mulai retak ketika ia bertemu dengan Aksa, seorang siswa baru yang juga jenius di bidang sains. Aksa memandang sains dengan cara yang berbeda: bukan sekadar kumpulan fakta, melainkan tarian harmonis antara logika dan rasa. Dipertemukan dalam kompetisi sains, mereka bertarung dengan persamaan, eksperimen, dan perasaan yang kian sulit didefinisikan. Aksa mengubah setiap hukum fisika menjadi kisah, setiap reaksi kimia menjadi rahasia semesta yang memikat. Di sela hitungan integral dan gerak parabola, Dina menemukan sesuatu yang tak pernah ada dalam rencana hidupnya. Setiap percakapan, setiap eksperimen, seolah membentuk persamaan yang tak bisa dinafikan antara ilmu dan cinta keduanya saling melengkapi. Tapi apa yang terjadi ketika ambisi dan perasaan berbenturan? Akankah Dina tetap berada dalam orbit impian yang telah lama ia rancang atau terjun ke dalam ketidakpastian yang bernama cinta. Antara karir dan impian atau mengikuti jalan yang mengajarkan bahwa tak semua hal bisa dihitung, kadang hati punya rumusnya sendiri.
All Rights Reserved
#423
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi Adella
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • Over The Years
  • Planet Atom
  • Heart Is Not A Doll
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • TRAP!

!!FOLLOW SEBELUM MEMBACA💌!! Tasya Rahmadani, primadona SMA Erlangga, dikenal bukan hanya karena kecantikannya tapi juga karena kebiasaannya yang kejam-membuat pria jatuh cinta, lalu meninggalkannya tanpa perasaan. Di balik pesona manisnya, ia menyimpan sisi gelap: mempermainkan hati demi ego semata. Dan ketika para mantannya mulai memberontak, Tasya tak pernah risau. Ia punya satu tameng yang selalu bisa disalahkan-Adella Adiwara, sahabat cupunya yang terlalu baik untuk menolak. Hingga akhirnya, tameng itu hancur. Adella mati di tangan para mantan yang marah, dikorbankan oleh sahabat yang ia lindungi. Tasya? Ia tetap tertawa, hidup bahagia bersama pria-pria yang dulu ia sakiti, seolah tak terjadi apa-apa. Tapi kisah ini belum selesai. Della, seorang gadis dari dunia nyata, tak sengaja masuk ke dalam novel Tasya Milikku. Kini, ia berada dalam tubuh Adella sang korban. Bedanya, Della tak akan tinggal diam. Ia akan mengubah cerita yang ditulis dengan tinta kejam itu-atau mati mencobanya. Namun, dunia dalam novel ini bukan sekadar romansa remaja. Ini adalah dunia di mana cinta bisa menjelma menjadi obsesi, dan setiap pria yang mengelilinginya menyimpan niat yang tak bisa ditebak. Dari yang lembut namun berbahaya, sampai yang tampan tapi mematikan. "So pretty, baby." - pria pertama menatapnya seperti harta yang harus dimiliki. "Aku menyayangimu..." - pria kedua menyentuh pipinya dengan penuh luka. "Aku menjadi gila karena kamu." - suara berat pria antagonis itu terdengar seperti janji kutukan. "Bolehkan aku membunuh mereka semua?" - tatapan tajam pria itu nyaris menyayat. "Cinta butuh pengorbanan, bukan?" - figuran yang tak pernah benar-benar hanya figuran. "I love you and only you." - kalimat terakhir sebelum darah tercecer di lantai. Della kini dikelilingi oleh pria-pria yang tak hanya mencintainya... tapi juga terobsesi memilikinya. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan menggema dalam benaknya: "Kenapa gue harus masuk ke cerita sampah ini?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines