GILANG & SELINA

GILANG & SELINA

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2024
"Lang aku ga cocok buat jadi pasangan kamu, hidup kita beda jauh, aku gamau nyusahin kamu dengan badai yang ada di hidupku." Matanya berkaca-kaca menatap pria di hadapannya. "Aku ga peduli itu, aku cuma mau kamu sama aku, aku bakal temenin kamu buat dapatin pelangi kamu, apapun itu akan aku usahakan buat kamu sayang. Kita usaha sama-sama ya, percaya sama aku okay?." Pria itu meraih tangannya dan merengkuhnya kedalam pelukan hangat.
All Rights Reserved
#581
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hear (Completed)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • glücklich sein
  • Resya's Journey Of Life?
  • Home (Completed) (Repost)
  • Terlalu rumit
  • I Want To Stay Close To You B!
  • Menyimpan Rasa (END)
  • When Love is Breaking

"Menurut lo, kehidupan itu apa?" Kepalaku sukses menoleh lagi ke arahnya, oke ini sangat random. Seorang laki-laki yang baru ku kenal, duduk di sampingku, kemudian menanyakan tentang sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sama sekali. "Hidup itu ketika kita bisa menghargai satu sama lain, peduli dan berbagi," jawabku sedikit ragu. "Dan ketika lo ngerasa nggak dihargai apa menurut lo, tetap bisa dianggap hidup?" Aku sedikit bingung. Namun aku akhirnya menganggukkan kepala. "Bagaimanapun kalau Tuhan belum jemput kita untuk pulang, mau sekeras apapun hidup ini, kita harus tetap hidup kan?" "Lelah sama hidup ini nggak?" ujarnya kembali menoleh. "Lelah, sakit, capek. Rasanya pengen mati aja," sahutku ikut menoleh ke arahnya. "Tapi, kalau kita ngeluh bukannya beban kita justru semakin bertambah? Dan kita malah jadi nggak bersyukur sama hidup yang udah Tuhan kasih."

More details
WpActionLinkContent Guidelines