Me, Dandelion and The Wind

Me, Dandelion and The Wind

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 25, 2025
Gracia Alisa hanya ingin ayahnya bangga padanya. Namun, di tengah keluarga baru yang penuh perbedaan, mimpinya sebagai skater sering kali terabaikan. Karinaya, Sasha, dan Sabrina, saudara-saudaranya, juga berjuang mencari tempat di hati ayah mereka. Di antara mimpi yang terbang tinggi dan harapan yang terhempas angin, akankah mereka menemukan cara untuk saling menguatkan? Me, Dandelion, and the Wind adalah kisah tentang keluarga, mimpi, dan menemukan kekuatan di tengah ketidaksempurnaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teror Keluarga (SELESAI)
  • Bukan pilihan, hanya kewajiban.
  • A Life That Turns
  • The End of Keyra's Revenge
  • Sederas Hujan
  • RUMAH TANPA ARAH
  • Dunia Untuk Alleyna
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]

Sagra Calendra tumbuh dalam lingkaran keluarga elite yang memiliki koneksi dalam hampir setiap bidang-politik, bisnis, bahkan hiburan. Namun, berada di tengah kemewahan dan pengaruh besar tak lantas membuatnya bahagia. Sejak menginjak usia remaja, Sagra sudah diminta untuk mempelajari jejak langkah ayahnya, Agaras Calendra-sosok pengusaha sukses dan disegani. Harapannya jelas, Sagra akan menjadi penerus bisnis keluarga yang telah dibangun selama puluhan tahun. Tapi di balik semua tuntutan itu, tersembunyi keinginan yang sangat sederhana... Sagra hanya ingin membuka tempat latihan ice skating, mimpi masa kecil yang tak pernah benar-benar padam. Orang tuanya memang tak pernah melarangnya bermain ice skating. Namun, suatu kejadian kelam di masa lalu menghancurkan keharmonisan keluarga kecil mereka-dan sejak itu, semuanya berubah. Sebagai anak tengah, Sagra sering merasa seperti bayangan. Ia tak memiliki kebebasan seperti adiknya, dan tak mendapatkan pengakuan seperti kakaknya. Ia diabaikan dalam banyak hal, namun tetap dituntut untuk menjadi sempurna-sebagai panutan adiknya dan bayangan kesuksesan sang kakak. Di sinilah ia menemukan pelariannya-ice skating dan night ride menyusuri kota yang besar, sendiri, larut dalam pikirannya, dan mencoba menemukan sedikit arti dari semua yang tak bisa ia kendalikan. Dalam satu titik balik hidupnya, Sagra memutuskan untuk meninggalkan rumah-meninggalkan kehidupan mewah yang selama ini memberinya kenyamanan, kekuasaan, dan kesempatan untuk hidup lebih lama. Ia pergi tanpa menoleh ke belakang, berharap bisa mengejar hidup yang lebih sesuai dengan hatinya. Namun, kepergiannya justru menjadi awal dari kehancuran besar dalam keluarganya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines