CINTA MAS RENDRA

CINTA MAS RENDRA

  • WpView
    LETTURE 20,286
  • WpVote
    Voti 546
  • WpPart
    Parti 14
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 16, 2025
"Ngomong ngomong dek leksa kapan pulang kesini pak? " tanya Rendra ke pak pratam -ayah alexa Pak pratam menoleh "belum tau ndra, leksa sekarang masih sibuk sibuk nya ngurus butik" jawab pratam Rendra mengangguk sebelum menghela nafas , tak luput dari penglihatan pratam ia langsung menepuk bahu pemuda itu "Bersabar lah pasti sebentar lagi leksa pulang ke desa" ucap pratam Rendra tersenyum "iya Pak saya pasti selalu sabar" saut Rendra "Elahdalahhh la mas Rendra niku tasek nunggu dek leksa ta? " tanya pak darmo Rendra tersenyum lalu mengangguk "nggeh pak, kulo nunggu dek leksa badhe tak lamar" ucap Rendra . . . Deg Mata leksa dan rendra bertemu 'Mas andra? Dia yang dulu katanya mau lamar aku kan? Aduhhhh gimana ini' -batin leksa panik "Lama endak ketemu dek leksa" ucap rendra sambil tersenyum Leksa dengan cepat melepas yaudah tangan nya ke rendra dan tersenyum canggung . . . "Ndra gek ndang gage selak di gondol uwong lio" ucap pak rt menepuk lengan rendra " oh iyo gek iso di gondol pak, dek leksa i kur gona ku seorang" balas rendra percaya diri " iyo nek ngunu gek mrene ndra gowo pak murdi karo bu risa" saut pak pratam Tentu rendra senang bukan main mendengar ucapan pak pratam yang memberinya lampu hijau "Nggeh pak mengke kulo teng mriki! " pekik rendra senang di ikuti tawa para lelaki disana
Tutti i diritti riservati
#44
masjawa
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Kesempatan Kedua
  • Luka dan Obatnya
  • RAKAALENA
  • Merried
  • the other side

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti