"Auctoritas"-sebuah kata yang menggambarkan otoritas, kekuasaan yang melampaui sekadar kendali. Itu adalah inti dari segala yang mereka kejar, tetapi dengan makna yang bertolak belakang. Dalam dunia yang dibangun di atas ambisi dan pengkhianatan, otoritas menjadi lebih dari sekadar mahkota atau jabatan. Itu adalah identitas, sebuah kekuatan untuk mengukir takdir dan mengendalikan kehidupan orang lain, sekaligus ujian bagi jiwa mereka yang menginginkannya.
Davian Altharion Caelum melihat otoritas sebagai takdirnya. Baginya, kekuasaan bukan soal keadilan atau tanggung jawab, tetapi soal siapa yang cukup kuat untuk mengambilnya. Ia percaya bahwa dunia hanya mengenal satu hukum: hukum yang ditulis oleh tangan mereka yang berani melawan batas. Tetapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang lebih dari ambisi-sebuah kehampaan yang hanya bisa diisi dengan dominasi tanpa batas.
Sementara itu, Raven Eryndor Eltharion menatap otoritas dengan pandangan yang berbeda. Bagi dia, kekuasaan adalah beban yang harus dijalani dengan kehormatan, bukan alat untuk memuaskan keinginan pribadi. Namun, di bawah tekadnya untuk melawan tirani Davian, tersembunyi keraguan: apakah dirinya berjuang demi kebenaran, atau demi membuktikan bahwa ia layak menghadapi pria yang membayangi segala keyakinannya?
Di antara mereka, "Auctoritas" menjadi jembatan dan jurang, penghubung sekaligus pemisah. Itu adalah medan perang yang tak terlihat, di mana ambisi, kebencian, dan mungkin sesuatu yang lebih dalam bertarung tanpa akhir. Pada akhirnya, siapa yang benar-benar memiliki otoritas? Yang merebutnya dengan darah, atau yang mempertahankannya dengan prinsip? Pertanyaan itu akan terus menghantui, bahkan ketika mereka berdua berdiri di sisi berlawanan dari takhta yang sama.
All Rights Reserved