FADING IN THE SILENCE

FADING IN THE SILENCE

  • WpView
    LECTURAS 768
  • WpVote
    Votos 239
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 19, 2026
"Bagaimana rasanya hidup tanpa rasa sakit... tetapi justru perlahan menuju kematian?" Aku Evelyn, gadis tanpa rasa sakit. Seberapa hancur tubuhku, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya nyeri. Tulangku bisa retak, kulitku bisa lebam, tapi semua itu tak berarti apa-apa. Namun, hati... itu berbeda. Luka di tubuhku tak terasa, tapi luka di dalam sini-di tempat yang tak terlihat-terus menganga tanpa henti. Aku mungkin kebal terhadap rasa sakit fisik, tapi tidak dengan kesepian, penyesalan, dan rasa tak diinginkan. Karena ternyata, ada hal yang tidak lebih menyakitkan daripada tubuh yang remuk-hati yang perlahan hancur tanpa pernah bisa sembuh. "Aku sudah mati, tapi tubuhku tidak di kuburkan karena masih bernyawa." ---- Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu hanyalah kebetulan semata. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun. Cover by: canva
(CC) Atribución No Comercial Sin Obras Derivadas
#43
heart
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Take A Break
  • Bodyguard Utusan Papa [Vol. 1] : END
  • Rasa Tanpa Kata
  • Perfect Love
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • kaLAna: Two Different Worlds
  • Another Pain (END) ✔

Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido