FADING IN THE SILENCE

FADING IN THE SILENCE

  • WpView
    Reads 803
  • WpVote
    Votes 243
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
"Bagaimana rasanya hidup tanpa rasa sakit... tetapi justru perlahan menuju kematian?" Aku Evelyn, gadis tanpa rasa sakit. Seberapa hancur tubuhku, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya nyeri. Tulangku bisa retak, kulitku bisa lebam, tapi semua itu tak berarti apa-apa. Namun, hati... itu berbeda. Luka di tubuhku tak terasa, tapi luka di dalam sini-di tempat yang tak terlihat-terus menganga tanpa henti. Aku mungkin kebal terhadap rasa sakit fisik, tapi tidak dengan kesepian, penyesalan, dan rasa tak diinginkan. Karena ternyata, ada hal yang tidak lebih menyakitkan daripada tubuh yang remuk-hati yang perlahan hancur tanpa pernah bisa sembuh. "Aku sudah mati, tapi tubuhku tidak di kuburkan karena masih bernyawa." ---- Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu hanyalah kebetulan semata. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun. Cover by: canva
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#582
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tidak ada yang pernah mendengar teriakku
  • Rain-Carnation
  • Perfect Love
  • Padam Nelangsa
  • AVISENA
  • Bodyguard Utusan Papa [Vol. 1] : END
  • Another Pain (END) ✔
  • Rasa Tanpa Kata

> Nyxara Elaris Dusk bukan gadis biasa. Dia adalah sunyi yang tak pernah dimengerti, luka yang tak pernah diobati, dan tangisan yang tak pernah didengar. Di rumah, dia hanyalah bayangan-dipukul, diabaikan, disalahkan. Di sekolah, dia sasaran empuk ejekan dan kekerasan, dihina bahkan oleh mereka yang dulu menyebutnya sahabat. Tidak ada tempat untuk bernaung. Tidak ada pelukan. Tidak ada suara yang bertanya, "Apa kamu baik-baik saja?" Hidup baginya hanyalah serangkaian hari tanpa warna, tanpa harapan. Sampai pada suatu malam ketika dunia benar-benar membisu, dia berdiri di ujung batas hidupnya. Siap mengakhiri segalanya. Namun seseorang muncul. Seorang pria asing yang menyebut namanya... seolah mengenalnya lebih dalam daripada dirinya sendiri. Siapa dia? Dan mengapa Nyxara tidak bisa mengingatnya? Ini bukan kisah tentang keajaiban. Ini adalah kisah tentang luka, kehancuran, dan seseorang yang mungkin... belum sepenuhnya hancur. > "Nyxara tidak ingin mati. Dia hanya ingin rasa sakitnya berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines