Berry
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 8, 2024
Namaku Aranda Syifa umurku sekarang 18 tahun, aku anak satu-satunya dari sepasang suami istri yang sibuk bekerja. Oleh karena itu, sewaktu kecil aku dititipkan kepada nenek dan kakek dari pihak ibu di desa yang udaranya masih sangat asri dan penuh dengan kejadian ajaib yang tidak akan masuk di nalar manusia. Dan aku akan menceritakannya kepada kalian pengalaman yang aku alami di kampung halaman ibuku. Halooo semuanya, aku memutuskan untuk mempublish cerita ini karena yahhh sayang aja tersimpan di draft. Yah walaupun aku rasa ngga ada yang baca (terkecuali diriku sendiri 😭🤣), pede aja dulu yah kan di publish (⁠^⁠∇⁠^⁠)⁠ノ⁠♪ Dan ini cerita pertama akuuu, jadi kalo ada kesalahan mohon dimaklumi yah. Cerita ini murni pemikiran aku sendiri. cover: Canva
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SISA
  • The Brother's Gimm and The Cursed World: Escape [ REVISI ]
  • Little Pierce [COMPLETED]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Berharap Denganmu
  • Be Vanezero's Wife [Re-upload]
  • NEARON VILLAGE PORTAL
  • Aku Cuma Nyasar, Kenapa Jadi Penyelamat?
SISA

--- Catatan Penulis: Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini. Saya adalah penulis pemula yang masih banyak belajar. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penggunaan bahasa, pemilihan kata, atau gaya penulisan. Segala kritik dan saran akan sangat berarti untuk pengembangan saya ke depannya. Semoga cerita ini tetap bisa --- Saat bumi menguak luka purbanya, dunia seperti kehilangan napas. Gunung Padang bukan lagi sekadar peninggalan megalitikum-ia menjadi awal dari sebuah bencana yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Kabut hitam menyelimuti langit, hujan tinta menghancurkan harapan, dan mitos kuno menjelma menjadi kenyataan yang mengerikan. Dalam waktu singkat, peradaban hancur. Indonesia tak lagi terpisah oleh laut, tapi menjadi satu daratan besar yang liar dan tak dikenal. Dari kehancuran itu, hanya segelintir manusia yang bertahan-mereka yang kini harus menghadapi dunia baru yang penuh misteri dan ancaman. Karena yang tersisa bukan hanya puing-puing bangunan dan sejarah... tetapi juga sesuatu yang lebih gelap, lebih dalam, dan jauh lebih berbahaya. Ini adalah kisah tentang harapan, ketakutan, dan pertarungan untuk tetap hidup di dunia yang telah kehilangan wajah lamanya. Dunia yang hanya menyisakan satu hal: SISA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines