My First Love

My First Love

  • WpView
    Reads 5,115
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah kisahku. Kisah kami berdua. Kisahku dengannya. Mungkin kau akan bertanya; sebenarnya apa yang menjadi kisahmu dengannya? Dan di sinilah aku, di depan sebuah layar empat belas inciku, bersiap untuk menceritakannya padamu. Kisah itu telah berlangsung bertahun-tahun lamanya, ketika usiaku baru saja menginjak sembilan belas tahun. Sangat muda memang, tapi tolong jangan ragukan perasaanku. Kurasa dia tidak akan suka. Ini tidak mudah ketika aku baru saja menjalaninya. Tapi, seiring berjalannya waktu dia membuatku sadar, bahwa bukan hidup seperti kemarinlah yang dia mau dariku. Dan kini aku ingin berbaginya padamu. Kisah seoarang laki-laki yang begitu mencintaiku. Aku Vita dan Dia Adit-ku. Aku berjanji tidak akan melewatkan apapun dalam kisahku. "The first time you fall in love, it changes you forever and no matter how hard you try, that feeling just never goes away." -Nicholas Sparks ©Copy Right - Aqwaviriya 2015
All Rights Reserved
#625
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Reminiscent (Completed)
  • Oneshoot Muenfah, Teerak [BL]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Love You Dangerously (completed☑)
  • The Other You
  • EX✓
  • Kita Yang Masing Masing
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Rainbow in The Night : First Relationship

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines