PERMAINAN YANG BELUM SELESAI

PERMAINAN YANG BELUM SELESAI

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 1, 2025
Tentang tiga orang perempuan yang tiba-tiba tersesat dan terjerumus ke dalam Permainan. Maaf kalau banyak typo atau alur yang ga nyambung, aku juga manusia. ___ Tolong... selamatkan aku," suaranya hampir tidak terdengar... Pohon itu... belum selesai," Kesya berbisik, ketakutan. "Dia... akan kembali lagi!" kalau penasaran langsung baca aja, janlup vote hehe
All Rights Reserved
#51
stranger
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbal Mata
  • Anaking
  • Jejak Cahaya Di Kota Tanpa Langit
  • ISEKAI-Underworld Collector
  • TABIR ILUSI ( TAMAT )
  • in ROOM
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Crusade
  • pembunuh berdarah dingin
  • You're My Destiny My Randolf

Aku selamat dari kecelakaan itu-atau setidaknya, begitulah yang kupikirkan. Bertahan hidup ternyata bukan akhir dari penderitaan, melainkan pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Tersesat di hutan lebat yang seolah tak memiliki ujung, aku segera menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah binatang buas. Di tengah kegelapan, berdirilah sebuah desa terpencil bernama Soca, dihuni oleh penduduk dengan tatapan kosong dan perilaku yang membuat darahku membeku. Mereka menderita penyakit aneh: penglihatan mereka telah hilang, bukan secara fisik, tetapi seolah direnggut oleh sesuatu yang lebih dalam. Penduduk Soca hidup dalam pencarian obsesif terhadap apa yang mereka sebut sebagai "Cahaya." Sebuah keyakinan bahwa hanya dengan menemukan Cahaya itu, mereka dapat kembali "melihat"-mengakhiri kegelapan yang menyelimuti tubuh dan pikiran mereka. Pencarian itu tak mengenal batas moral, tak mengenal rasa kasihan. Ketika mereka akhirnya bertemu dengan kami-para penumpang yang selamat dari kecelakaan-segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Dua keinginan bertabrakan: penduduk desa yang terjerat penderitaan ingin merebut kembali Cahaya mereka, sementara kami hanya ingin pulang. Kembali ke keluarga. Bukan menjadi bagian dari ritual gelap desa Soca. Di antara hutan, trauma, dan tatapan mereka yang tak bisa melihat namun selalu tahu ke mana harus memandang, satu pertanyaan terus menghantuiku: Siapa sebenarnya yang tersesat-kami, atau mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines