Cahaya diTengah Malam

Cahaya diTengah Malam

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 9, 2024
Dinding berwarna putih dengan aroma khas obat-obatan menjadi saksi bisu seorang gadis kehilangan orang yang begitu berharga dalam hidupnya, orang yang senantiasa menemaninya dalam suka maupun duka. Pertama kali menjadi seorang mahasiswa harusnya ditemani, namun berbeda dengan gadis ini, dia malah kehilangan alasan dia harus menempuh dunia perkuliahan. Masa dimana dia menentukan masa depannya namun harus merasakan kehilangan orang yang sangat penting dalam hidupnya. Apa yang harus dia lakukan? Mungkinkah dia harus berhenti kuliah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • AKU FIGURAN (END)
  • Blue Trapped In BL Novel
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Schizophrenia
  • Raymentara
  • Masa Remaja
  • Bunga yang mekar di tanah gersang
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!

Edith adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-harinya dengan penuh tantangan. Merasa kesepian di tengah kesibukan kuliah, ia memutuskan untuk mencoba aplikasi pertemanan. Di sanalah ia bertemu Jihan, mahasiswi lain yang memiliki latar belakang yang serupa. Keduanya mulai berbagi cerita tentang masalah keluarga dan hubungan mereka, membangun koneksi yang mendalam meski hanya lewat layar ponsel. Seiring waktu, kedekatan mereka tumbuh. Jihan sering menceritakan kesedihannya, terutama tentang keluarganya yang tidak memahami pilihannya untuk kuliah. Sementara Edith juga berbagi beban emosionalnya, mencari dukungan di tengah tekanan akademik. Suatu hari, Jihan harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang tidak terduga. Dalam keadaan rentan tersebut, Jihan mengungkapkan perasaannya kepada Edith, dan mereka pun memutuskan untuk berpacaran. Awalnya, hubungan mereka tampak sempurna, dipenuhi cinta dan harapan. Namun, seiring berjalannya waktu, Jihan mulai berubah. Ia menjadi lebih tertutup dan sering mengabaikan Edith. Edith merasa bingung dan sakit hati melihat perubahan sikap Jihan. Mereka sering bertengkar, dan komunikasi yang dulunya lancar kini terhambat. Edith berusaha keras untuk mempertahankan hubungan mereka, tetapi Jihan tampak semakin menjauh. Di tengah ketidakpastian ini, Edith harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hubungan yang dulunya penuh harapan kini berakhir dengan kesedihan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines