Trust Us, El

Trust Us, El

  • WpView
    LECTURES 1,106
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 8, 2025
Hari itu menjadi awal baru bagi Emanuel Sebastian Martin ketika ia resmi pindah ke rumah orang tua kandungnya, meninggalkan kenyamanan rumah sang nenek yang selama ini menjadi tempat berlindungnya. El kini harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan kedua adiknya yang sangat kontras dengan kehidupan tenang yang ia jalani bersama sang nenek dan kakek. Tantangan untuk beradaptasi dan menemukan titik temu dalam perbedaan menjadi langkah pertamanya dalam perjalanan baru ini. Dengan langkah penuh keberanian, Emmanuel bersiap menghadapi dinamika keluarga yang belum pernah ia alami sebelumnya, sambil mencari tempatnya di antara orang-orang yang kini menjadi bagian hidupnya. Bagaimana perjalanan El dan kehidupan barunya? ------------- Pict: Pinterest Edit: Canva ------------- Draft: 31 Mei 2025 Start: 14 Juni 2025 Finish: - ❌⚠️Not bxb ⚠️❌ #🥇 Immanuel, June 16, 2025 ------------- Aku tau teman-teman paham dengan tanda di bawah ini 👇🏿. Walaupun cerita ini kecil, tolong hargai, ya.
Tous Droits Réservés
#161
el
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu