"Si Gula Jawa"

"Si Gula Jawa"

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 9, 2024
Si Gula Jawa adalah kisah cinta yang menyentuh hati, berlatar belakang masa penjajahan VOC di tanah Jawa. Cerita ini mengangkat hubungan tak terduga antara Dhiajeng Adi Kusuma, seorang wanita pribumi berusia 23 tahun yang bekerja sebagai guru desa, dengan Benjamin De Louise, seorang gubernur VOC berusia 29 tahun. Ajeng, yang dikenal karena kecantikannya dan senyumnya yang manis seperti gula Jawa, menjalani hidup sederhana di desa. Ia mengajar anak-anak di bawah pohon beringin setiap pagi dan membantu warga membuat gula Jawa. Di sisi lain, Benjamin, seorang pria Belanda dengan tubuh tegap dan rambut pirang kecoklatan, datang ke desa itu sebagai perwakilan VOC untuk menerapkan kebijakan yang menekan kehidupan masyarakat. Kehidupan mereka berubah ketika Benjamin, yang awalnya tertarik oleh keindahan Ajeng, meminta diajarkan bahasa Jawa. Seiring waktu, Benjamin mulai melihat dunia dari sudut pandang Ajeng. Ia menyadari dampak buruk dari kekuasaan yang ia wakili. Hubungan mereka berkembang, namun dibayangi oleh perbedaan status, budaya, dan peran Benjamin sebagai bagian dari penjajah. Ajeng dan Benjamin menghadapi berbagai rintangan, mulai dari penolakan masyarakat, konflik internal Benjamin, hingga tantangan ekonomi akibat pajak tinggi yang diterapkan VOC. Namun, cinta mereka tumbuh semakin kuat. Benjamin mulai mengubah kebijakannya dan membantu desa agar lebih sejahtera, meskipun ia tetap dihadapkan pada tanggung jawab sebagai pejabat VOC. Cerita ini membawa pembaca melewati perjalanan emosional yang penuh dengan romansa, konflik, dan perjuangan. Si Gula Jawa bukan hanya kisah cinta, tetapi juga tentang keberanian untuk berubah, memaafkan, dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Dengan latar sejarah yang kaya dan tokoh-tokoh yang mendalam, Si Gula Jawa menggambarkan bagaimana cinta dapat menjembatani perbedaan yang tampaknya mustahil, serta memberikan harapan di tengah kesulitan.
All Rights Reserved
#19
pribumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • {END}Gadis Berkerudung dari Teras Timur
  • RIMBA MERUN
  • A Flower Among Thorns
  • Serunai di Antara Dua Darah
  • Bee, Mine! (End)
  • Belanda: A journey of two hearts
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • mekar di antara dua dunia
  • 𝐵𝒶𝓎𝒶𝓃𝑔 𝐿𝓊𝓇𝓊𝒽 𝒮𝑒𝓁𝒶𝓉𝒶𝓃
  • A BEAUTIFUL YOUNG MAN FROM JAVA || SkyNani || Tamat

Sinopsis > 1925, Hindia Belanda. Di sebuah desa kecil di Jawa Timur, hidup seorang gadis bernama Aisyah Rahmi, anak seorang guru sekolah rakyat. Ia dikenal sebagai gadis berkerudung yang cerdas, sopan, dan punya pandangan tajam tentang kehidupan. Aisyah mencintai ilmu, mencintai tanah air, dan mencintai kehormatan yang ia peluk erat sebagai Muslimah. Ketika pemerintah kolonial mengirim seorang peneliti muda asal Belanda bernama Daan Vermeer ke desanya untuk mempelajari budaya Jawa dan agama Islam, Aisyah diminta menjadi penerjemah sekaligus pembimbing lokalnya. Daan datang dengan mata terbuka dan hati kosong. Tapi Aisyah datang dengan hati penuh keyakinan dan luka sejarah. Mereka berbeda dalam bahasa, agama, dan cara pandang. Tapi perlahan, rasa ingin tahu Daan berubah menjadi kekaguman... lalu menjadi sesuatu yang tak seharusnya tumbuh. Di tengah pergolakan tanah air, desakan pernikahan dari keluarganya, dan tekanan masyarakat yang tak ramah pada perempuan berpikir, Aisyah harus memilih: menjadi istri yang diatur orang, atau perempuan yang menulis takdirnya sendiri. Dan di antara semua itu, cinta dari seorang asing datang tanpa diundang... dan mungkin, juga tak bisa diterima. --- 𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒍𝒊𝒕 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒃𝒆𝒅𝒂... 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines