Nesya terkenal sebagai gadis periang yang selalu ceria. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu dengan Evan, siswa paling dingin dan tak terjangkau di sekolahnya. Dengan sikap cuek dan tatapan tajam, Evan seolah memasang tembok yang sulit ditembus. Bukannya menjauh, Nesya justru tertantang untuk mengenalnya lebih dekat. Meski usahanya kerap berakhir dengan penolakan dingin, Nesya tak pernah menyerah. Mulai dari membawakan Evan kopi di pagi hari, hingga menunggunya di perpustakaan untuk belajar bersama, Nesya terus menunjukkan perhatiannya. Namun, Nesya tak pernah menduga bahwa di balik sikap dinginnya, Evan menyimpan rahasia besar yang membuatnya sulit percaya pada orang lain. Saat akhirnya Nesya berhasil membuka hati Evan, ia dihadapkan pada pilihan sulit, tetap bersamanya meski penuh risiko, atau mundur demi melindungi perasaannya sendiri. Karena bagi Nesya, sekeras apa pun perjuangannya, ia tahu satu hal, Evan mungkin dingin, tapi pada akhirnya, dia tetap miliknya.
All Rights Reserved