Doa untuk Para Pelaut

Doa untuk Para Pelaut

  • WpView
    Membaca 130
  • WpVote
    Vote 41
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 28, 2024
Ruci Blu Lestari, putri seorang nakhoda kapal yang tewas di laut, hidup di sebuah desa pesisir yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan. Kehidupan para nelayan semakin sulit karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada mereka: izin kapal yang mahal, eksploitasi laut oleh kapal asing, hingga limbah industri yang merusak ekosistem laut. Melalui catatan harian ayahnya yang ditemukan setelah kematiannya, Ruci mulai menyadari bagaimana ketidakadilan sosial telah merenggut ayahnya dan banyak nyawa pelaut lainnya. Ruci memutuskan untuk menulis sebuah buku berjudul Doa untuk Para Pelaut, sebuah kritik pedas tentang kehidupan nelayan kecil di tengah arus kapitalisme yang semakin ganas. Tapi perjalanannya menulis buku itu tidak mudah, karena banyak pihak berkuasa yang tidak ingin kebenaran tersebut terungkap.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#696
adult
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Laut Merah
  • Silent Phase [END]
  • Arthar Kavindra
  • A Letter to My Sister
  • ASTRAL TRAVEL AGENT
  • Mysterious prince and Cinderella ✔️
  • A Light Far in Sight

Athaya Erythra Thalassa selalu percaya bahwa Laut Merah bukan sekadar jalur perdagangan atau kisah-kisah sejarah yang tertulis di buku. Laut itu menyimpan jejak perjuangan, keimanan, dan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap. Sebagai seorang mahasiswi sejarah maritim, ia bertekad untuk menelusuri peran laut ini dalam perjalanan Islam. Namun, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Darya el-Mandeb-seorang fotografer dokumenter berdarah Arab-Persia yang lebih percaya pada bukti daripada keimanan. Bagi Darya, sejarah adalah tentang perspektif, bukan kebenaran mutlak. Dalam ekspedisi yang membawa mereka melintasi ombak dan waktu, perbedaan pandangan mereka beradu, menantang keyakinan yang selama ini mereka genggam erat. Tetapi, di antara deburan ombak, keheningan malam di atas kapal, dan sejarah yang mereka telusuri, mereka mulai menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kisah masa lalu-sesuatu yang mungkin bisa mengubah cara mereka melihat dunia, dan mungkin... cara mereka melihat satu sama lain. Laut Merah menyimpan lebih dari sekadar sejarah. Ia juga menyimpan kisah tentang keimanan, perbedaan, dan cinta yang menemukan jalannya di antara riak gelombang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan