Doa untuk Para Pelaut

Doa untuk Para Pelaut

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2024
Ruci Blu Lestari, putri seorang nakhoda kapal yang tewas di laut, hidup di sebuah desa pesisir yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan. Kehidupan para nelayan semakin sulit karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada mereka: izin kapal yang mahal, eksploitasi laut oleh kapal asing, hingga limbah industri yang merusak ekosistem laut. Melalui catatan harian ayahnya yang ditemukan setelah kematiannya, Ruci mulai menyadari bagaimana ketidakadilan sosial telah merenggut ayahnya dan banyak nyawa pelaut lainnya. Ruci memutuskan untuk menulis sebuah buku berjudul Doa untuk Para Pelaut, sebuah kritik pedas tentang kehidupan nelayan kecil di tengah arus kapitalisme yang semakin ganas. Tapi perjalanannya menulis buku itu tidak mudah, karena banyak pihak berkuasa yang tidak ingin kebenaran tersebut terungkap.
All Rights Reserved
#3
nahkoda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disela Waktu Perjalanan
  • A Light Far in Sight
  • Rumah Samira
  • Broken Home (Ended) [Revisi]
  • Berpengaruh Tidak Nyata

Sejak kematian kakaknya, Nara terus tenggelam dalam bayang rasa bersalah yang tak bisa dia enyahkan. Rasa bersalah yang terus menetap, memperburuk pribadinya. Kehidupannya sejak saat itu tak lebih dari rangkaian hari yang menyesakkan. Suatu waktu, ketika menunggu bus menuju sekolah. Nara bertemu seorang gadis yang hadir seperti kekacauan kecil yang manis. Pertemuan itu memunculkan pertemuan-pertemuan kebetulan lainnya, lewat perjalanan-perjalanan kecil dan percakapan di sela-sela waktu. Jeda waktu itu membuat Nara untuk belajar memahami luka dan napasnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines