Story cover for TWELVE by chachaaaa_
TWELVE
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 09, 2024
Dua anak bersepupu ini punya keunikan yang bikin semua orang terheran-heran. Mereka mirip banget, bahkan bisa dibilang kayak kembar. Setiap kali bertemu, orang-orang yang baru melihat mereka sering bingung mencari perbedaan di antara keduanya. Rasanya, mereka selalu merasakan hal yang sama, seolah hidup di dalam dunia yang seirama.

"Hmm... kita ini kembar gak sih, Riss? Soalnya muka kita bener-bener mirip," tanyaku, dengan ekspresi yang menggambarkan rasa penasaran.

"Nggak tahu deh, aku juga bingung. Kok bisa ya muka kita sama, suara kita juga mirip, padahal kita cuma sepupu?" jawab Rissa, menatapku dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Di antara tawa dan teka-teki, kami berdua melanjutkan obrolan, merencanakan apa yang akan kami lakukan berikutnya. Serasa terjebak dalam permainan yang mengasyikkan, keanehan kami ini menciptakan ikatan yang tak biasa. Sungguh, dunia ini penuh dengan misteri, dan salah satunya adalah persahabatan kami yang tak terduga ini
All Rights Reserved
Sign up to add TWELVE to your library and receive updates
or
#105pembohong
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
TWO SIDES OF LIFE [ end ✓ ] cover
My crazy twins{END} cover
their story cover
luka dan duka [END] cover
Kami Tumbuh Dari Ledakan cover
Suarasa cover
Bumi ; The Hurt cover
All We Want [✓] cover
Eliinaa cover
The Family Game [BOOK 1 END] cover

TWO SIDES OF LIFE [ end ✓ ]

30 parts Ongoing

"Sejujurnya, interaksi lo sama bunda lo itu ngebuat gue iri, Jay."-Savian. --- Jika di ibaratkan, Savian dan Jayandra itu seperti langit dan bumi. Mereka terhubung, namun memiliki perbedaan yang jauh. Kedatangan Savian ke kampung kecil tempat Jayandra tinggal itu perlahan mengubah dan mengungkap kenyataan yang sebenarnya. "Aing teh moal nerima kenyataan ieu"-Jayandra. -BROTHERSHIP!