CAHAYA DI UJUNG DOA

CAHAYA DI UJUNG DOA

  • WpView
    LECTURES 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., déc. 10, 2024
Judul "Cahaya di Ujung Doa" memiliki makna yang dalam dan penuh harapan. Seorang gadis yang tengah menghadapi berbagai ujian hidup menemukan kekuatan melalui doa dan keyakinan kepada Allah. Dalam prosesnya, ia belajar bahwa jawaban dari setiap doa bukan hanya soal waktu, tapi juga soal kesiapan hati untuk menerima kemauannya.
Tous Droits Réservés
#546
aisyah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hijrah Cinta Aisyah (Selesai)
  • Awal hijrahku
  • Perjalanan Hijrah
  • Mengejar Ridho Allah
  • Pengetuk Senja
  • DESIRAN CINTA
  • Perjalanan Hijrah
  • my husband is my idol

Kisah ini bercerita tentang sosok Aisyah. Gadis manis perpaduan Minang dan Sunda, beralis mata lentik, hidung mancung dan fisik yang sempurna. Tak muluk-muluk cita-citanya, ia ingin menikah. Pernikahan yang dinanti sudah benar-benar dekat, sayang takdir menginginkan lain. Ia gagal menikah tepat 3 minggu sebelum hari H. Allah menyayangi Aisyah, benar-benar sayang padanya. Allah tunjukan sifat asli calon suaminya yang sebelumnya ia anggap sempurna itu sebelum ijab sah. Aisyah kecewa, sedih dan marah. Ia menumpahkan air matanya memohon belas kasih Allah semata. Pertemuannya dengan seorang teman SD bisa dibilang adalah awal hijrahnya, meski bisa dibilang awalnya ia hijrah dengan niat yang salah, namus seiring berjalannya waktu Allah yang menuntun hatinya untuk kembali bersih. Aisyah selalu bersikap tegas terhadap laki-laki. Ia tak pernah mau hanya berduaan dengan mereka. Aisyah sadar bahwa sekuntum bunga mawar indah yang sedang merekah, setelah dipetik maka akan sangat cepat layunya. Dan setelah itu ia tak akan mungkin bisa kembali segar meski sudah disiram dengan air zam-zam sekalipun. ALLAH mengiriminya seorang lelaki baik, tanpa proses pacaran mereka akan menikah, tapi, keperawanannya tiba2 dipertanyakan. Akankah Aisyah mampu melewatkan semuanya? Silahkan dibaca, komentar membangun dari akhi wa ukhti fillah sangat dinanti

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu