Pemilik Mata Teduh

Pemilik Mata Teduh

  • WpView
    Reads 4,574
  • WpVote
    Votes 2,468
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Cinta dalam diam dan cinta pada pandangan pertama barangkali pernah singgah pada banyak hati. Begitu pula yang ia rasakan: seorang siswi Madrasah Aliyah yang tak sengaja bertatapan dengan santri asing dalam sebuah pengajian. Satu detik yang tak direncanakan, lalu tumbuh menjadi sesuatu yang tak mampu ia kendalikan. Ia menyimpannya di sela catatan, di langkah yang ia buat biasa saja, dan di doa-doa yang tak pernah ia ucapkan keras. Ia mencintai tanpa memaksa, menahan getar di dada ketika sang santri lewat, lalu pulang dengan rindu yang ditelan asa. Tak pernah ia sapa, tak pernah ia dekati-hanya tatapan curi dan harapan yang ia pelihara sendiri, ia harus memilih: membiarkan rasa itu mati dalam sunyi, atau memberinya satu kalimat sebelum semuanya benar-benar hilang. Penasaran dengan ceritanya???? Langsung baca aja ⚠️ plagiat dilarang mendekat walaupun pembaca ku sedikit
All Rights Reserved
#58
cintapadapandanganpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • DOA Untuk DIA
  • Santri Bikanafillah (END)
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • GARMINE
  • Annam Al Abbiyan
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1

--- Alya, seorang gadis mandiri yang datang ke sebuah desa untuk penelitian budaya, tak sengaja tersesat dan masuk ke lingkungan pondok pesantren. Di sanalah ia bertemu dengan sosok pria tenang dan karismatik yang dipanggil "Gus" oleh para santri-sapaan khusus bagi putra kiai. Pertemuan tak terduga itu membuka pintu ke dunia yang belum pernah Alya pahami tradisi, ilmu agama, dan cinta yang tumbuh diam-diam di balik batas norma dan etika. Satu pertemuan mengubah segalanya-antara logika dan rasa, antara dunia luar dan kehidupan pesantren. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines