Helianthus

Helianthus

  • WpView
    Reads 1,176
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2026
Mereka berdua pernah secerah bunga matahari, penuh warna dan cahaya yang menebar ke sekelilingnya. Di masa lalu, senyum mereka begitu tulus, begitu menyinari dunia masing-masing. Pria itu, dengan aura misterius yang tak bisa dijelaskan, adalah sosok yang menawan dalam kesunyian. Wanita itu, ceria dengan kekuatan dalam setiap tawa dan tatapan matanya, memancarkan kedamaian yang membuat siapa pun merasa hangat di dekatnya. Namun, seperti bunga matahari yang menghadap ke matahari lalu terbenam, mereka menghilang begitu saja tanpa jejak. Waktu berlalu, tak ada kabar, tak ada kata. Mereka menganggap pertemuan itu hanya kenangan, lalu hidup dengan jalan masing-masing. Namun, takdir membawa mereka kembali bertemu di persimpangan yang tak terduga. Perubahan terlihat jelas pada keduanya, namun ada satu hal yang tetap sama: tatapan mereka yang kini lebih dalam, seolah mempertanyakan segala sesuatu yang terjadi. Mereka berdiri di bawah langit yang sama, dan dengan penuh keraguan, mereka bertanya pada semesta. "Kenapa kita pernah ada di sini, lalu menghilang, dan kini kembali bertemu? Apa yang seharusnya kita pahami dari semua ini?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hari-Hari Patah
  • Prathamam Prem
  • Skakmat
  • Ocean Waves
  • Unending Breakup
  • After Goodbye
  • Grahita Kama
  • Aksara Ambang Asa
  • Meraki Love
  • Cinta Setengah Miliar

Hari-hari penuh patah hati yang dirasakan oleh Rome, Kaima dan Soraya. Sejak awal mereka sudah tahu kalau ini semua akan berujung dengan patah hati, tapi mereka memilih untuk merasakannya. Harapannya akan ada perasaan yang berubah. Nyatanya hari-hari patah itu akhirnya tiba dan tak ada yang selamat di antara mereka. *** Soraya itu pacarnya dan Kaima itu temannya, Rome menyukai keduanya dengan perasaan yang berbeda. Rome sempat ragu menerima ajakan pacaran dari Soraya karena selama ini dia memendam perasaan suka terhadap Kaima. Namun karena Kaima menyukai Baris dan perasaannya bertepuk sebelah tangan, membuat Rome akhirnya menerima ajakan Soraya untuk pacaran. Satu tahun berpacaran dengan Soraya, Rome pikir sudah bisa membuat perasaannya berubah. Nyatanya dia masih menyukai Kaima begitu besarnya. Hanya saja Rome masih tidak rela untuk melepas Soraya. Apakah ini pertanda bahwa dia sesungguhnya sudah menyukai Soraya lebih besar dari Kaima? Tapi, Kaima bilang dia akan menyerah akan perasaannya terhadap Baris. Apakah ini kesempatannya untuk membuat Kaima menyukainya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines