Story cover for One Year To Remember by coklatcabe
One Year To Remember
  • WpView
    Membaca 855
  • WpVote
    Vote 92
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 855
  • WpVote
    Vote 92
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Des 11, 2024
Dewasa
Terlalu lama aku berusaha, terlalu banyak menjalin hubungan yang akhirnya berakhir dengan sia-sia, terlalu sering menjalin hubungan samar tanpa arah hendak kemana.

Lalu..

Entah darimana datangnya. Entah siapa yang memulai. Dia tiba-tiba masuk dalam kehidupanku dalam suatu kondisi tak terduga. Dia tiba-tiba menjadi penting dengan cara sederhana. 

Apakah ini akan jadi sakit juga pada akhirnya?

- Amara Hansika -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan One Year To Remember ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Kopi & Deadline (On Going) cover
Okay, We're Married on July cover
Ijinkan Aku Kembali (Chikara) END cover
Lembayung cover
Meneroka Jiwa 2 cover
Tides of Desire [✓] cover
BEST OF US - TERBIT CETAK cover
Revenge Marriage (SELESAI) cover
Dear Future (new version) cover
Say Bye cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 bab Bersambung

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️