Semarak Luka

Semarak Luka

  • WpView
    Membaca 100
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 11, 2025
Besar di panti asuhan menjadi suatu pembelajaran sendiri bagi Harumi. Entah perihal suatu kebahagiaan yang serta merta atau perihal lainnya yang membuat ia bersedih. Tapi, ada beberapa hal yang harus disyukuri, bahwa bertemu Pradana adalah salah satunya. Berdiri di sampingnya selama puluhan tahun, Pradana menjadi tongkat hidup Harumi. Satu-satunya hal yang menjadi kepunyaanya, ya, ia harap begitu. Akan tetapi, kepunyaan sejati hanya milik tuhan, dan Harumi tidak punya apa-apa, termasuk Pradana.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#846
klasik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • RUANG LUKA (END)
  • Peluk Aku, Tuan
  • Nathalea
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Arkan Dan Keira

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan