Aku Bukan Diriku (END)

Aku Bukan Diriku (END)

  • WpView
    Membaca 34
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Rab, Des 11, 2024
Ekspetasi tinggi harus terpenuhi. Tak boleh gagal apalagi terpenggal. Kata "harus" menjadi arus hidupnya. Air mata telah lama berkawan dengannya. Dari kecil menopang sendiri. Tubuh nan ringkih diselimuti duri. Semoga selalu sehat supaya hati kuat. Semua orang sibuk membandingkan beban si Sulung si Tengah dan si Bungsu, lalu bagaimana dengan si Tunggal?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#21
beladiri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DI BALIK BAYANGAN
  • Is It Home ?
  • DEGRITLY (Tamat)
  • Bisikan Hujan
  • Jangan ingin jadi aku
  • Solo, Please Help Me (Complete)
  • Sulung
  • Inheritance of The Firstborns
  • Being the youngest - End - TERBIT

Kilatan lampu kamera memantul dari kristal lampu gantung lobi mewah itu, menciptakan binar-binar yang menari di wajahnya. Wajah yang kini menghiasi sampul majalah-majalah internasional, wajah kebanggaan Indonesia. Ia tersenyum bangga. "Jangan takut untuk memulai" ucapnya, bibirnya bergerak otomatis, namun pikirannya melayang jauh ke masa lalu. Saat kepalanya tertunduk, bayangan masa lalu berputar liar, seperti rekaman suara yang rusak. pujian-pujian yang selalu ditujukan pada adiknya, kritikan-kritikan yang selalu ditujukan padanya, dan keheningan yang menyakitkan saat ia mencoba meraih perhatian. Kenangan tentang keluarga yang selalu membandingkannya dengan adiknya, keluarga yang kini tampak begitu harmonis di hadapannya. #firstNovel

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan