BARA Dalam Rumah KITA

BARA Dalam Rumah KITA

  • WpView
    Reads 8,813
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing2h 34m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 12, 2025
**"Ketika api kecil mulai membakar rumah, tak ada yang menduga bara itu berasal dari dalam. Rumah tangga Airin yang tampak harmonis di mata orang lain, menyimpan rahasia kelam. Bagaimana mungkin seseorang yang dia percaya sepenuhnya, suaminya sendiri, tega mengkhianati dengan orang yang seharusnya menjadi bagian dari keluarganya-adik kandungnya sendiri? Di tengah konflik batin, kebohongan yang semakin menumpuk, dan luka yang terus membesar, Airin terjebak antara menjaga kehormatan keluarga atau mengungkap kebenaran yang dapat menghancurkan segalanya. Novel ini akan membawa pembaca ke dalam labirin cinta terlarang, dendam tersembunyi, dan keputusan sulit yang dapat mengubah hidup mereka selamanya. Bara Dalam Rumah Kita adalah cerita tentang cinta yang memabukkan, pengkhianatan yang membakar, dan perjalanan seorang wanita menemukan kekuatan di tengah reruntuhan kepercayaannya. Setiap halamannya adalah emosi-dari kemarahan hingga air mata, dari keraguan hingga keberanian untuk bangkit."**
All Rights Reserved
#101
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | Senja Terakhir Kita
  • BUNGA MILIKNYA | C
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Unforgettable Love
  • HADRYANA  DAHLIA | C | SS

Senja merah jingga menelan langit, tapi Aryan tak sanggup menatapnya. Helena berdiri di tepi balkoni, wajahnya berseri walau tubuhnya kelihatan lemah. "Ary, nanti... kita tengok senja dekat pantai, nak?" suara Helena lirih, cuba kedengaran biasa. Aryan tersengih kecil, menolak dengan nada ringan. "Kau tu sakit, El. Tak payah mengada." Helena mencebik, tapi hatinya bergetar. Dia cuba seloroh, "Kalau ni permintaan terakhir saya, macam mana?" Aryan tersentak, menoleh. "Apa kau cakap ni? Kita bukannya takkan jumpa dah." Diam. Helena menunduk, menahan kaca di matanya daripada tumpah. Dia tersenyum tipis, walau dalam dadanya ada jurang yang tak mampu dijelaskan. Aryan mengusap belakang tengkuk, cuba meredakan suasana. "Kau sihat cepat. Lepas tu baru kita plan tengok senja dekat tepi pantai." Suaranya bersahaja, seolah-olah esok pasti ada. Helena hanya mengangguk. "Kalau awak tahu... Senja di tepi pantai tu... satu-satunya yang tertinggal dalam bucket list saya... Saya cuma nak awak ada sekali. Bukan nanti. Tapi sekarang. Sembuh? Tu cuma dalam cerita fantasi je," hatinya berdesis, meluahkan kata yang tidak mampu meniti di bibirnya. Dia mendongak, menatap langit yang semakin jingga. Senja kali ini terasa lebih dekat, lebih berat, seakan-akan langit sendiri tahu rahsia yang belum pernah terucap. Start: 1st September 2025 End: 22nd September 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines