DISSAPEAR

DISSAPEAR

  • WpView
    Reads 3,447
  • WpVote
    Votes 496
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2015
Lagi-lagi, pergi. Seperti pertemuan lainnya, yang juga berakhir seperti ini. Jika mencintai untuk saling melupakan, jika mencintai untuk saling menyakiti, jika mencintai untuk saling membenci, apalah arti semua ini. Apalah arti cinta, mengasihi, menyayangi, dan sebagaimana hal lainnya. Tapi pertemuan ini, tak dapat dihindari, tak dapat dipisahi, bahkan tak dapat untuk dilupakan. Seketika, setitik cahaya, menjawab semua itu. Menjawab semua pertanyaan yang ada. Alasan untuk hidup, alasan untuk bertahan, dan alasan untuk tetap berjuang. Tetapi, juga karena setitik cahaya yang sangat terang menyinari diri itu, semuanya lenyap, semuanya hilang, bersama semua kenangan yang ada. Natasha Tyra Daniela.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Me,You and the story we went through.
  • BEDA DUNIA
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Dreamers [on-going + revisi]
  • Past A Future [New Version]
  • Viva La Vida
  • Stolen Before Fallen
  • I LO(lea)VE YOU! [COMPLETED]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines