Pendam [Hiatus]

Pendam [Hiatus]

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
🦋🦋🦋 Punggungnya terlalu rapuh untuk dijadikan sandaran, Mentalnya terlalu lemah untuk menanggung semua beban, Suara-suaranya pun tak lagi didengar, Teriakan serta umpatan pun kian menjadi-jadi, yang membuat isi kepalanya senatiasa berisik. Ia dipaksa kuat oleh keadaan. Namun, akhir-akhir ini dunia terasa kelam. Akankah Ia mampu bertahan dalam riuhnya badai? 🦋🦋🦋 Untuk kalian yang sedang berjuang ..
All Rights Reserved
#4
pendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Whispers Between Tears
  • Kesabaran Seorang Istri
  • Stay Or Gone ✓
  • Narasi patah hati
  • Devaul • completed
  • Sudut Luka Nazea
  • Meneroka Jiwa 2
  • I'm Keysa

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^

More details
WpActionLinkContent Guidelines