Selama tiga belas tahun, Aziella Arthanda adalah sinonim dari kesempurnaan dan kontrol. Ia bukan sekadar asisten, melainkan aset tak ternilai milik keluarga Blackwood-sebuah senjata presisi yang dingin, efisien, dan tanpa cela. Dunianya dibangun diatas benteng disiplin yang tak tertembus, di mana emosi adalah kelemahan dan kerentanan adalah dosa mematikan. Namun, satu malam pemberontakan yang langka,satu jam yang ia dambakan untuk dirinya sendiri, meruntuhkan segalanya.
Satu minuman. Satu momen di mana pertahanannya lengah. Itu saja yang dibutuhkan untuk merampas kendalinya secara brutal.
Ia terbangun dalam mimpi buru di tempat tidur asing, dengan tubuh yang terasa sakit dan terhianati, di samping Morgan Blackwood-pewaris takhta yang arogan, cucu dari pria yang ia layani. Bagi Morgan, malam itu adalah sebuah penaklukan yang memabukkan. Ia percaya telah menemukan api rahasia di balik penampilan es Aziella, sebuah gairah tersembunyi yang kini ia klaim sebagai miliknya. Ia tidak tahu bahwa 'gairah' itu lahir dari kejahatan,dan desahan wanita itu bukanlah permohonan,melainkan rintihan keputusasaan.
Puncaknya, sebuah penemuan yang tak terduga mengubah obsesinya menjadi kekuasaan mutlak: keperawanan Aziella. Baginya, itu adalah tanda takdir. Dialah yang pertama, dan ia bersumpah akan menjadi yang terakhir.
Kini, Aziella terperangkap dalam neraka yang paling kejam. Ia dipaksa bekerja setiap hari dengan pria yang menghancurkannya, seorang pria yang menatapnya dengan tatapan posesif seorang kekasih, bukan predator. Morgan salah mengartikan rasa malunya sebagai sisa gairah,dan kemarahannya sebagai hasrat yang membara. Ia bertekad untuk memiliki Aziella, untuk menghancurkan setiap lapis pertahanannya hingga yang tersisa hanyalah wanita yang memohon padanya.
Sementara Aziella harus berjuang dalam keheningan,mengenakan kembali topengnya setiap pagi, bagaimana ia bisa selamat dari pria yang memegang kunci dari kehancurannya, dan percaya bahwa itu adalah kunci menuju hatinya?
All Rights Reserved