Cinta Sang Penjajah

Cinta Sang Penjajah

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 19, 2025
Edgar, seorang bangsawan VOC, tiba di desa Sukajati dengan misi yang tak terduga. Di sana, ia bertemu Kirana, gadis desa yang sederhana, dan keduanya tanpa sengaja membangun hubungan yang semakin dalam. Namun, pertemuan mereka tak selalu damai; konflik dan rahasia mulai menyelimuti hutan yang menjadi tempat persembunyian mereka. Saat hati mereka semakin dekat, muncul pertanyaan: Akankah cinta mereka bertahan atau justru terungkap sebuah kebenaran yang bisa menghancurkan segalanya? ⚠Disclaimer⚠ • cerita tidak mengandung pihak manapun • cerita hanya terinspirasi dari cerita jaman penjajahan • cerita tidak bermaksud mengundang perselisihan • cerita tidak ada kaitannya pada dunia nyata •Cerita ini adalah karya fiksi yang sepenuhnya imajinatif. •Semua nama, tempat, dan kejadian dalam cerita ini tidak menggambarkan kejadian nyata. •Karakter dan peristiwa dalam cerita adalah hasil inspirasi dan imajinasi penulis. •Tidak ada niat untuk menggambarkan individu atau organisasi nyata. •Kemiripan dengan peristiwa atau tokoh nyata adalah kebetulan semata. 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗙𝗜𝗞𝗦𝗜 𝗗𝗔𝗡 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗔𝗗𝗔 𝗞𝗔𝗜𝗧𝗔𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗗𝗨𝗡𝗜𝗔 𝗡𝗬𝗔𝗧𝗔!!!!!
All Rights Reserved
#7
pembelaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines