Ferita

Ferita

  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
Disclaimer! • Cerita ini murni hasil pemikiran saya sendiri • Tidak menerima ib • Visual tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata. ** Arula Kaizy, gadis kecil yang pernah dikelilingi kasih sayang tanpa batas. Namun, hidupnya berubah drastis saat kehilangan sosok terpenting dalam hidupnya-sang ibu. Hidup yang terasa hampa perlahan kembali menemukan warna ketika dia bertemu Samuel Alejandro Fernandez, pria yang dengan caranya sendiri mampu menghadirkan tawa dan senyum di tengah luka. "Kamu adalah alasanku untuk tetap tersenyum, El," -Arula Kaizy "'Dan kamu adalah alasanku untuk tetap bertahan, Ru," -Samuel Alejandro Fernandez *** dibaca gesss, jangan lupa follow sebelum membaca!!!
All Rights Reserved
#787
pembullyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • BERISIK (END)
  • ARUM | On going
  • ALEANGGA [On Going]
  • Arabella:Can I Through This?[Completed]
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • I transmigrated to become a mistress [End] (only on Wattpad)
  • Air Mata Elara
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines