Janji Sebuah Kunci(Proses Revisi)

Janji Sebuah Kunci(Proses Revisi)

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 28, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Saat seseorang ingin mengejar kebebasan, seluruh penghalang akan ia hantam. Tak ada kata pantang menyerah, meski hanya tersisa setitik darah. Ambisi, keinginan, cita-cita, adalah hal yang biasa bergelimang di dalam diri manusia. Namun, hal-hal tersebut tak selamanya baik dan tak selamanya buruk. Terkadang mendorong menuju jalan penuh cahaya, pun sebaliknya. Di saat kebenaran ditutupi oleh yang berkuasa, mereka yang ingin mencari kebenaran pun rela mengorbankan nyawa.
All Rights Reserved
#286
empire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To the Happy Ending✓
  • A Speck of Light | Hamada Asahi ✔️
  • SUMBER AIR HUTAN TERLARANG
  • Boys With Luv
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • Echoes of the Dream
  • Rumah [LENGKAP]
  • Pangeran Kegelapan
  • Tandang

Ketika kematian menjemputmu setiap saat, keinginan terbesar dalam hidup Zata adalah setidaknya sekali saja, sekali saja dia ingin mati dengan tenang! Kenapa ia selalu berakhir tragis dan menyedihkan seperti ini?! Dari mati sebagai gelandangan tunawisma di gang sempit, kelaparan sampai malaria, prajurit yang gugur di medan perang, dituduh penyihir sampai hukuman gantung, hampir semua jenis kematian sudah dirasakan oleh Zata. Dia sendiri bahkan terheran-heran bagaimana ia bisa terus menerus mengulang kehidupan dan kematian bagai lingkaran looping yang terus berputar, menjebaknya. Ketika akhirnya ia merasa bosan oleh kehidupan yang terus berulang ini, Zata menumbuhkan satu kebiasaan buruk yang bahkan ia sendiri tidak sadari yaitu, "Ah sudahlah, pada akhirnya aku akan mati lagi!" Begitulah yang sekiranya ia pikirkan sehingga sekarang baginya nyawa bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Dia kerap mati konyol dalam insiden-insiden yang sebenarnya bisa ia cegah, hindari, atau malah atasi. Namun pada satu malam, di kehidupan yang entah ke berapa sekarang, di mana di kehidupan ini ia merupakan seorang pedagang kain, bersama para pedagang lainnya Zata berbaur dengan kalangan bangsawan yang tertarik dengan barang mereka. Di satu malam yang cukup mencekam, di pesta yang seharusnya meriah penuh suka tawa, sebuah pemberontakan, kudeta terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines