We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Janji Sebuah Kunci(Proses Revisi)

Janji Sebuah Kunci(Proses Revisi)

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 28, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Saat seseorang ingin mengejar kebebasan, seluruh penghalang akan ia hantam. Tak ada kata pantang menyerah, meski hanya tersisa setitik darah. Ambisi, keinginan, cita-cita, adalah hal yang biasa bergelimang di dalam diri manusia. Namun, hal-hal tersebut tak selamanya baik dan tak selamanya buruk. Terkadang mendorong menuju jalan penuh cahaya, pun sebaliknya. Di saat kebenaran ditutupi oleh yang berkuasa, mereka yang ingin mencari kebenaran pun rela mengorbankan nyawa.
All Rights Reserved
#244
empire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • EFERAL
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • To the Happy Ending✓
  • Echoes of the Dream
  • SUMBER AIR HUTAN TERLARANG
  • Boys With Luv

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines