Jejak Yang Tersisa

Jejak Yang Tersisa

  • WpView
    LECTURES 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., déc. 14, 2024
Di bawah langit yang sama, di tempat yang sama, aku berdiri mengingat bagaimana waktu begitu perlahan berlalu saat bersamamu. Mungkin aku sudah terlambat untuk menyadari, tetapi kenangan itu tetap tertinggal, seperti jejak kaki di pasir yang tak bisa hilang. Semua yang terjadi, semua yang belum sempat aku katakan, kini hanya bisa menjadi bayangan dalam setiap langkahku. Kadang, aku bertanya pada diriku sendiri-apakah aku benar-benar ingin melupakanmu? Atau aku hanya takut menghadapi kenyataan bahwa kita tidak akan pernah sama lagi? Waktu sudah berlalu, jarak sudah memisahkan, tapi kenangan itu tetap tinggal di sini, dalam setiap sudut hatiku yang sepi. Jika aku bisa mengubah apa yang terjadi, aku akan memilih kata-kata yang lebih tepat, bukan yang membuatmu menjauh. Tapi aku tahu, kadang, tidak ada yang bisa diubah. Semua yang tersisa hanyalah perasaan yang tidak terucap, berdebar di dalam hati yang kosong. Aku menulis ini untuk diriku, untuk menjelaskan apa yang mungkin tidak sempat aku katakan padamu. Aku tidak tau apakah dirimu akan membaca nya nanti, atau justru cerita ini tidak akan pernah sampai kepada pemilik sebenarnya. Tolong bahagia lah, jika tidak dua sisi setidak nya satu sisi memeluk kebahagiaan.
Tous Droits Réservés
#390
fallinginlove
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • [END] When the Stars are Tired
  • The Memory
  • You're Here, But Not For Me
  • The One They Wanted
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sekali Lagi (End)
  • When Love is Breaking

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu