Hari - Hari Normal Bersamamu 2

Hari - Hari Normal Bersamamu 2

Season 2 of 4
  • WpView
    Leituras 83
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadConcluída seg, fev 3, 2025
Menjelang UTS, Eka terus berusaha mengejar ketertinggalan materi yang diyakininya. Berkat bantuan dari Indah serta Bu Nurlita, akhirnya beberapa jalan terbuka untuknya. Akan tetapi seiring berkembangnya Eka dalam menstabilkan hidup. Lingkungan sekitar juga menolak stagnasi dan ikut berkembang. Lagi dan lagi percobaan deduksi perlu dilakukan demi mendapatkan ketenangan kembali. Kali ini tidak hanya di sekolah ataupun dirumah. Sekarang ditengah perjalanan saat mempelajari materi yang sulit. Eka dan Indah harus terjebak kembali di suatu permasalahan yang bukan hanya menuntut supaya mereka mempertajam kecerdasan. Tapi juga terus mendorong untuk jujur pada diri mereka sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#643
detektif
WpChevronRight
Séries

Normal universe

  • Hari - Hari Normal Bersamamu
    Volume 1
    26 capítulos
  • Volume 2
    28 capítulos
  • Hari - Hari Normal Bersamamu 3
    Volume 3
    29 capítulos
  • Hari - Hari Normal Bersamamu 4
    Volume 4
    25 capítulos
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • The Little Angel✓
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • [END] When the Stars are Tired
  • AKSELIO NALENDRA
  • PERLINA
  • PATAH HATI DI TITIK NOL
  • Farbe und Leinwand
  • Misi di Hadapan Ketakutan

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo