White Promises

White Promises

  • WpView
    Reads 450
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 30, 2026
Rafael setuju menikahi Revina Adam karena itu wasiat ayahnya. Revina menerima lamaran Rafael Williams karena lelaki itu kaya raya. Halangan dan rintangan datang silih berganti. Sementara cinta terus bertumbuh di dalam hati. Namun, perselisihan mengantar mereka ke tepi jurang perpisahan. Sanggupkah keduanya menjaga ikrar yang telah diucapkan?
All Rights Reserved
#29
novelromansa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines