Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
#1 Unexpected Surprise; RinJin

#1 Unexpected Surprise; RinJin

Season 1 of 2
  • WpView
    MGA BUMASA 6,719
  • WpVote
    Mga Boto 808
  • WpPart
    Mga Parte 18
WpMetadataReadKumpleto Wed, Jan 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Arthur, terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Tak peduli ucapan orang lain, bagiku kamu sempurna," Hajirin berucap seraya membenarkan kupluk hitam Arthur. Menatap dalam manik cokelat berbingkai kacamata di depannya. "Kak Rin, terima kasih karena selalu membersamaiku." *** Katanya yang dicinta akan pergi. Katanya ungkapkanlah sebelum terlambat. Namun, Hajirin menyadari bahwa raga yang dicinta bukan seutuhnya miliknya. Walaupun terlambat, Hajirin akan selalu menunggunya, mengasihinya, dan memberikan cinta yang tak ada habisnya. "You were an unexpected surprise, the defining moment. The collision of stars that slammed into me hard and sent my neat little world plummeting into the ocean." ──Hajirin Arafat, dalam buku catatannya; Every Piece of You.
All Rights Reserved
#57
rinsu
WpChevronRight
Series

RinJin's Multiverse Series

  • Season 1
    18 parte
  • #2 The Thing We Can't Explain; RinJin
    Season 2
    16 mga parte
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • POLICE | RINJIN [END]✓
  • You're mine only (RINSU)🔞END
  • love & maze - (RinJin)
  • Daily Of Ours | RinSu (DISCONTINUED)
  • Break the rules - Rinjin [HIATUS]
  • The Lost Trail - (Rinz x Sutsujin) - End.

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman