Jejak sang pengelana

Jejak sang pengelana

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 14, 2024
WpInfo
No ficción
Ryo Kisaragi adalah seorang pengelana muda yang hidup sederhana di desa kecil, tapi dunia mulai berubah ketika badai aneh menghancurkan kampung halamannya. Dibekali pedang legendaris dan ditemani sahabat masa kecilnya, Kaoru, seorang ahli strategi cerdas, mereka memulai perjalanan penuh bahaya untuk mengungkap kebenaran di balik badai itu. Di sepanjang perjalanan, mereka bertemu berbagai karakter unik: seorang penyihir tua pemurung, seekor hewan peliharaan mistis yang cerewet, dan seorang pedagang oportunis yang sering menyelamatkan mereka dari kesulitan. Dengan gabungan aksi, humor sehari-hari, dan momen-momen hangat, perjalanan mereka membawa arti baru tentang persahabatan dan keberanian. Namun, ancaman yang mereka hadapi semakin besar, hingga Ryo harus memilih: apakah ia akan memimpin dunia kembali ke damai, atau menyerah pada gelombang kekacauan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Jejak Langkah Sang Abu
  • BY HIS OWN DECREE
  • Sisi Lain Dunia
  • Magical Story : Adventure In WARCRAFT WOLRD
  • Just Imagine
  • Fire Blood Canvas Guard (BL)
  • THE TEDDY BEAR ✅️

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido