I Never Hate the Blue Sea

I Never Hate the Blue Sea

  • WpView
    Reads 4,071
  • WpVote
    Votes 2,688
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
Wellcome elinevers✨ Disclaimer‼️ CERITA INI 💯% IMAJINASI AUTHOR DAN TIDAK TERJADI DI DUNIA NYATA, FIKSI!!! DON'T FORGET TO VOTE AND DON'T COPY (mikir sendiri sana ege). MENGANDUNG KEKERASAN FISIK, HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN. TERIMAKASIH꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ 🌊🐋🐚🌊 "Aku tidak membenci laut, aku hanya takut memori buruk akannya terulang." Laut. Perairan yang luas, mengelilingi sebagian atau seluruh daratan. Tempat tenang dan damai bagi manusia yang memiliki banyak luka. Tapi, tidak bagi Kavya Almaira, anak tunggal dari keluarganya. Lautan baginya adalah tempat yang mengambil sebagian jiwanya. Bunda. Iya, tepat empat tahun silam saat Bunda sedang mengandung Adiknya yang berusia 17 Minggu di rahim sang Bunda. Laut telah mengambil keduanya dari kehidupan Kavya. Perempuan itu telah kehilangan jiwa, rumah, dan sosok wanita paruh baya yang senantiasa menjadi alasannya untuk hidup. Dan, kejadian ini juga membuat Kavya memiliki trauma terhadap laut. Akankah Kavya bisa berdamai dengan laut? dan, bisa merasakan ketenangan saat bersama laut tanpa rasa takut nan cemas? "I NEVER HATE THE BLUE SEA" Karyaku dan akan abadi selalu💓 @v3feyy
All Rights Reserved
#51
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Serenade Langit & Lautan
  • Arnav dan Lautan | Haechan [END]
  • Umbrella Life [END]
  • WE WERE BORN TO DIE (a story by life)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Bertumpu
  • Cahaya [COMPLETED]
  • keadilan [On going]
  • Sudut Luka Nazea

Langit dan lautan-selalu terpisah, tetapi saling melengkapi. Begitu juga dengan Althair dan Thalassa, dua jiwa yang terikat oleh takdir itu, menemukan diri mereka dalam kisah cinta yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, dan air mata. Mereka tumbuh bersama, saling melindungi, dan pada akhirnya, saling mencintai. Namun, cinta mereka harus diuji oleh kenyataan yang kejam. "Setiap hari, aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Bagai deburan ombak yang tidak pernah berhenti menari di bawah sinar matahari, terlihat begitu anggun dan indah. Andai kamu tahu, betapa aku merindukanmu, Lautanku." -Althair Karanos Semesta "Langit, meski terkesan dingin dan tidak peduli, aku bisa merasakan hangatnya cahayamu di permukaan, memberiku kehidupan dan harapan. Namun, betapa sedihnya hati ini, saat mengetahui bahwa kita selalu terpisah oleh cakrawala yang tak terjangkau." Thalassa Ardenta Samudra . . Gimana kelanjutan kisah mereka? Ikuti terus ceritanya di SERENADE LANGIT & LAUTAN. . Jangan lupa follow IG Vale @ cahbagus_Wp, terima kasih!

More details
WpActionLinkContent Guidelines