Fille De Remplacement

Fille De Remplacement

  • WpView
    Reads 2,699
  • WpVote
    Votes 870
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
Diriku masi mengingat kejadian yang mengubah hidupku yang berawal dari gadis kecil kehilangan arah yang tiap malam nya selalu tidur di makam ibunya tak peduli baik itu hujan atau salju. Namum malam itu berbeda, ku dengar seorang pelayan yang berkerja di rumah seorang Duke ternama di daerah ini akan di makamkan disini. Aku tidak memperdulikan mereka, aku merebahkan kepala ku di atas makam ibuku tidak perduli rambut merah muda milik ku kusut atau bahkan kotor yang ku inginkan adalah tetap bersama ibu. Akan tetapi hidup ku berubah semenjak paman itu membawa ku pergi dari pemakaman ke rumah nya "Jadilah putri ku, akan ku berikan seluruh kekayaan dan nama ku untuk mu" Note: 1. Cerita murni pemikiran author 2. Dilarang plagiat 3. Slow update 4. Typo bertebaran Cover by: pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Wasted Princess [On Going]
  • Please Love Me
  • Countryhumans ( Slice of Life Story )
  • Ex-Fiance's Obsession {END}
  • The Villainess (End)
  • Villain : I'am the Main Character {END}
  • Time Won't Fly : The Place We Can't Be Found [END]

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines